Trekking Saat Musim Hujan? Siapa Takut. Tapi Ingat, 9 Tips Pendakian Berikut Wajib Kamu Perhatikan

Mendaki gunung, kegiatan yang akhir-akhir ini makin hits di kalangan para traveller. Di instagram, orang seperti tengah berlomba-lomba memposting diri mereka ketika tengah berada di puncak gunung. Bagi mereka yang suka mendaki, keinginan bisa menginjakan kaki di gunung itu adalah suatu kebanggaan dan kebahagiaan diri. Halang rintang seolah bukan lagi menjadi penghalang untuk mendaki, mau musim hujan atau engga, mendaki tetap mendaki. Begitulah orang-orang yang memang sudah jatuh hati dengan mendaki. Ya, bagi mereka yang sudah jatuh dengan mendaki, maka mendaki suatu kebutuhan yang tak bisa ditukar dengan apapaun lagi.

Nah, buat kamu yang ingin mendaki musim hujan belum juga berhenti. Ada baiknya perhatikan tips-tips berikut ini biar proses mendakimu lancar dan bisa selamat sampai tujuan. Yuk simak.

1. Wajib hukumnya mempesiapkan fisik, mental dan bekal sebelum memulai pendakian.

mempesiapkan fisik via kaltim.prokal.co

mempesiapkan fisik via kaltim.prokal.co

Namanya juga kebutuhan, apapun halangannya pokoknya maju terus pantang mundur. Ya, begitu juga dengan mendaki. Kalau mendaki sudah menjadi kebutuhan, meski musim hujan belum juga usai, mendaki tetap dilangsungkan. Saat musim hujan, jalur pendakian biasanya akan semakin esktrim, oleh karena itu berhatilah-hatilah. Wajib hukumnya Wajib hukumnya mempesiapkan fisik, mental dan bekal sebelum memulai pendakian. Seperti menjaga kesehatan tubuh, mengkonsumsi air putih lebih banyak dan menambah asupan vitamin agar daya tubuh makin kuat. Dengan daya tubuh yang kuat maka proses pendakian pun akan berjalan dengan penuh semangat meski hujan datang menghadang.

2. Masih semangat ingin mendaki,  kalau begitu harus semangat juga ngepo-in perkiraan cuaca menjelang kamu mendaki.

perkiraan cuaca via m.tempo.co

perkiraan cuaca via m.tempo.co

Memantau keadaan cuaca di kawasan gunung yang akan kamu daki sangat penting. Agar kamu bisa mempersiapkan apa-apa yang diperlukan. Memantau cuaca bisa melalui situs BMKG atau bisa juga melalui aplikasi cuaca di ponsel seperti AccuWeather. Meskipun keadaan cuaca tersebut masih belum 100% pasti kebenarannya, setidaknya kan kamu bisa jaga-jaga. Katanya kan lebih baik mencegah.

3. Saat musim hujan, pilihlah jalur gunung yang tidak beresiko.

jalur gunung via www.merbabu.com

jalur gunung via www.merbabu.com

Saat musim hujan, sangat disarankan untuk tidak mendaki. Tapi jika memang keinginan untuk mendaki tak bisa terbendung lagi, ada baiknya pilihlah jalur pendakian yang tak mengundang resiko tinggi. Dan pilihlah gunung yang dapat dicapai secara singkat. Pilih jalur pendakian yang tidak memakan waktu terlalu lama. Saat musim hujan, biasanya jalur pendakian menjadi semakin ekstrim dan mengkhawatirkan, jalanan juga menjadi sangat licin. Mendaki saat musim hujan juga sangat rawan hipotermia, jadi berhati-hatilah, tetap waspada.

4. Bawa barang-barang yang bener-bener penting saja, yang kurang penting lebih baik tak usah kamu bawa.

Bawa barang-barang yang penting saja via www.rayadventure.com

Bawa barang-barang yang penting saja via www.rayadventure.com

Ya, ada baiknya bawa saja barang-barang yang benar-benar penting saja, yang tidak terlalu penting tak usah kamu bawa. Kamu cukup bawa baju ganti, baju hangat, makanan secukupnya. Dengan begitu, punggungmu tak harus direpotkan dengan barang bawaan yang berat. Kamu bisa menggunakan tas semi-keril (daypack) untuk membatasi barang-barang bawaanmu. Semoga pendakianmu lancar.

5. Lapisi barang-barang dalam tasmu dengan trash bag. Biar apa? Biar air hujan nggak merembes ke dalam barang-barangmu.

Lapisi barang-barang dengan trash via justlotuslover.blogspot.com bag via

Lapisi barang-barang dengan trash via justlotuslover.blogspot.com bag via

Sebelum mendaki, lapisi dulu barang-barang bawaanmu dengan trash bag. Meskipun mungkin tasmu anti air, ya buat sekedar jaga-jaga saja kalau-kalau air hujan merembes lewat celah jahitan atau celah ritsleting. atau jahitan. Jadi, selain melapisi tas dengan rain cover, barang-barang bawaan juga perlu dilapisi kantong anti air.

6. Lindungi tubuhmu dari derasnya air hujan dengan poncho dan boonie hat.

poncho dan boonie hat via kacamataelysa.blogspot.com

poncho dan boonie hat via kacamataelysa.blogspot.com

Para pendaki punya cara masing-masing untuk melindungi diri hujan saat sedang mendaki. Ada sengaja membawa payung, karena payung itu lebih ringan dan sangat praktis. Meski menggunakan payung ini dirasa kurang efektif saat mendaki, seperti ketika mengahruskanmu untuk merayap, tapi payung tetap menjadi salah satu bawaan yang tidak boleh ketinggalan bagi para pendaki saat hujan.  Selain payung, poncho (jas hujan kelelawar) juga sering dibawa para pendaki karena sanga praktis dan ringan dan juga bisa melindungi tubuhmu dari serangan hujan yang mengguyur deras. Dengan menggunakan poncho, tanganmu juga bisa lebiih bebas beraktifitas atau bergerak. Poncho juga bisa dimanfaatkan untuk hal lain, seperti bivak darurat ketika kamu ingin berteduh. Untuk menutupi wajahmu biar nggak kena air hujan, kamu bisa manfaatkan boonie hat (topi militer lebar).

7. Mendaki saat musim hujan sebaiknya gunakan sepatu boots anti air.

poncho dan boonie hat via kacamataelysa.blogspot.com

poncho dan boonie hat via kacamataelysa.blogspot.com

Jalur pendakian saat musim hujan biasanya akan lebih mengkhawatirkan, mulai dari lincir, becek dan berlumpur. Jadi sebaiknya gunakanlah alas kaki yang pas biar tidak terjebak lumpur, seperti sepatu boots anti air. Jangan pernah mendaki menggunakan sendal saat musim hujan. Kenapa? sebab itu sangat membahyakan. Gunakanlah juga gaiter di kakimu untuk untuk menghindari gigitan pecet atau lintah yang biasanya keluar di saat musim hujan.

8. Untuk memudahkan pendakianmu, pastikan dalam genggamanmu ada trekking pole.

trekking pole via www.outdoorgearlab.com

trekking pole via www.outdoorgearlab.com

Curah hujan yang tinggi sudah pasti membuat jalur pendakian menjadi begitu licin. Nah, disinilah trekking pole sangat berguna sekali buat para pendaki telebih saat musim hujan seperti ini. trekking pole ini bermanfaat untuk menjadga kesimbangan kamu agar tidak tergelincir saat melewati jalur licin. Buat kamu yang tidak memiliki trekking pole, kamu juga bisa memanfaatkan dahan pohon untuk membantu menjaga keseimbanganmu.

9. Bawa plas chamois atau spons yang berguna untuk menyerap air.

plas chamois via www.tokopedia.com

plas chamois via www.tokopedia.com

Barang yang tidak boleh ketinggalan saat pendakian di musim hujan adalah dengan membawa plas chamois atau spons. Meskipun kamu menggunakan tas yang anti air, ya buat jaga-jaga saja. Kadang air bisa juga masuk lewat celah-celah jahitan atau resleting. Jadi apa salahnya jaga-jaga, kan? Nah, plas chamois atau spons  ini bermanfaat untuk mnyerap air yang membasahi barang-barang bawaanmu.

Dengan mengaplikasikan tips-tips diatas, semoga pendakianmu di musim hujan bisa tetap berjalan dengan lancar. Tapi jika tiba-tiba tidak yakin mendaki saat hujan, sebaiknya ya jangan mendaki. Karena walau bagaimanapun pulang ke rumah adalah tujuan utama.  Semoga informasi ini bermanfaat. Dan selamat mendaki. Semoga  sukses pendakiannya. Tetap jaga keselamatan dan kebesihan ya.

Leave a Reply