Traveling Bukan Buat Gaya-Gayaan. 6 Hal Inilah yang Sepatutnya Kamu Perhatikan!

Travelling merupakan kegiatan yang beberapa waktu belakangan kian menjadi trendsetter. Kamu bisa melangkahkan kaki ke tempat-tempat yang sebelumnya tak pernah kamu kunjungi; mendapatkan pengalaman baru, kenal dengan orang baru, dan bahkan bisa mendapatkan pasangan baru. Bagi kamu yang penuh dengan semangat, traveling rasanya sudah menjadi semacam kebutuhan wajib.

Meski demikian, banyak traveler yang tak mendapatkan moment terbaik dari jalan-jalan. Terkadang, mereka lebih suka foto-foto dari pada menikmati keindahan yang disajikan. Nah, yang harus kamu pahami adalah; traveling bukan soal kamu bisa bersenang-senang saja, tapi juga bisa mendapatkan kesan dan pesan berharga dari aktivitas jalan-jalan. Agar tiap moment jalan-jalanmu lebih ciamik, yuk perhatikan7 hal ini:

1. Traveling bukan ‘kuliah’, kamu tak perlu buru-buru sampai tujuan; nikmati proses perjalanannya.

Nikmati Prosesnya via www.worldofwanderlust.com

Nikmati Prosesnya via www.worldofwanderlust.com

Tak bisa ditolak, tujuan kamu jalan-jalan adalah untuk mencari tempat yang bisa menyegarkan badan. Namun, kamu sering mengabaikan bagaimana proses perjalanan menuju ke sana. Mungkin, kamu lebih suka tidur dalam mobil atau bus agar perjalanan segera cepat sampai. Coba pikirkan,; bukankah sangat tak mengasyikan bila selama di perjalanan kamu mengabaikan pemandangan indah yang tak terduga dan bertemu orang-orang baru dengan karakternya yang berbeda? Kamu juga akan ketinggalan moment dimana keunikan daerah sekitar yang bisa memberi inspirasi. So, nikmati prosesnya ya…

2. Selfie bagi travelers adalah wajib, tapi kalau kamu sibuk ‘cekrek-cekrek’ kenindahan apa yang benar-benar bisa kamu rasakan?

Selfie sambil jalan-jalan via www.people.com

Selfie sambil jalan-jalan via www.people.com

Di jaman sekarang, selfie sudah menjadi hal yang wajib dilakukan. Di tempat wisata pun demikan, tak jarang kita melihat banyak travelers yang sibuk foto-foto daripada duduk menikmati keindahan destinasi wisatanya. Emang sih, kamu jadi punya koleksi foto yang keren, tapi kalau kamu kehilangan suguhan keren dari tempat wisatanya, ya buat apa juga? Selfie di tempat-tempat keren memang jadi alasan generasi kekinian untuk jalan-jalan. Apa lagi kalau bukan eksistensi? Parahnya, di beberapa daerah banyak lokasi-lokasi wisata yang rusak hanya untuk memuaskan dahaga selfie –bahkan sampai ada yang menantang maut dan kehilangan nyawa. Kamu harus sadar bahwa selfie berlebih bisa membuatmu kehilangan moment terbaik di tempat wisata. Selfie bukan jadi tujuan, melainkan pelengkap perjalanan.

3. Karena terlalu asyik bercanda dengan teman-teman, kamu jadi kehilangan moment untuk menyapa warga setempat. Kamu ketinggalan cerita manis dibalik pesona tempat wisata tersebut.

Jalan-jalan sama teman via jezebel.com

Jalan-jalan sama teman via jezebel.com

Jalan-jalan bersama teman memang menjadi moment yang sangat menyenangkan. Menghabiskan waktu ke tempat-tempat keren dengan orang-orang paling spesial. Nah, saking asyiknya, kamu sering melupakan interkasi dengan warga lokal. Padahal, moment inilah yang sejatinya harus kamu lakukan dan rasakan; kamu jadi punya cerita perjalanan yang nggak cuma indah saja, tapi ada muatan lokal yang mendalam pada tempat tersebut. Kamu bisa mendapatkan cerita spesial langsung dari orang yang mendiami tempat tersebut. Malah, jangan-jangan jodohmu terselip di antara mereka.

4. Jangan terus menunduk memperhatikan gadget. Kalau mau main gadget ya mending di rumah aja kali ya…

Sama gadget via www.yukpegi.com

Sama gadget via www.yukpegi.com

Tak bisa ditolak, gadget sudah menjadi kebutuhan hidup yang mendominasi tiap waktumu. Tapi saat traveling, peran gadget harus kamu minimalisir agar bisa mendapatkan moment berkesan. Logikanya begini; saat kamu terlalu sering memegang gadget, mau tak mau kamu akan sering melihat layar. Perhatian kamu pun akan fokus ke gadget, bukan keindahan tempat wisatanya. Nggak mau kan kehilangan moment berkesan di tempat wisata yang kamu tuju? Untuk mesiasatinya, kamu bisa meletakkan gadget-mu dalam tas atau bisa kamu matikan jaringan datanya. Jadi, gadget hanya berfungsi untuk memfoto panorama keindahan tempat wisata sekitar.

5. Untuk masalah makanan, biasanya kamu lebih memilih ke tempat-tempat yang jauh dari destinasi wisatanya. Mengapa tak mencoba kuliner setempat, dan untuk apa makan makanan yang sama dengan daerah asalmu?

Kuliner via www.youtube.com

Kuliner via www.youtube.com

Memang, tak semua travelers tertarik untuk mencicipi kuliner khas daerah destinasi yang dituju. Mereka lebih memilih untuk memakan makanan yang sama dengan daerah asalnya. Emang nggak salah juga sih, tapi ya sayang aja. Ingat tujuan utamamu traveling? Ya, traveling adalah aktivitas untuk merasakan pengalaman baru, termasuk kulinernya. Hal ini menjadi penting karena kamu bisa mendapatkan wawasan baru yang tak bisa kamu dapatkan di kota lain.

6. Kebanyakan traveler lebih suka mengkritik kondisi tempat wisata yang dituju. Lebih suka komplain dari pada memberi solusi. Semoga kamu tidak 🙂

Komplain via nextshark.com

Komplain via nextshark.com

Banyak travelers yang merasa kecewa karena keindahan tempat wisata yang dituju tak sesuai ekspetasi. Parahnya mereka menyebarnya di sosial media dan membuat orang lain enggan ke tempat wisata tersebut. Soal tempat wisatanya yang kotor, kumuh, sampah berserakan dan lain sebagainya. Hei, kenapa nggak coba memberikan solusi? Memberikan petunjuk tempat sampah misalnya. Dengan begitu kamu jadi punya ikatan kuat dengan tempat yang kamu tuju itu. Selain itu, kamu juga jadi punya kenalan dengan orang-orang di sekitar tempat wisata tersebut.

Pada dasarnya, traveling adalah kegiatan untuk mencari dan merasakan pengalaman baru. Jadi, untuk apa kalian jalan-jalan tapi tak memperhatikan hal di atas?

Leave a Reply