Ternyata Tidak Semua Ghibah (Gosip) Dilarang Dalam Islam

Setiap manusia pasti menjaga dan mengangkat harkat dan martabatnya, tidak ada satupun manusia yang rela air atau keburukannya dibeberkan kepada orang lain. Sejak dahulu, ghibah atau membicarakan aib orang lain sudah menjadi prilaku yang umum dibicarakan oleh masyarakat. Apalagi dijaman sekarang, informasi bisa didapat dari berbagai media. Alhasil, ghibab atau bergosip menajdi topik pembicaraan yang menarik dalam bersosialisasi.

Sebenarnya, bagaimana pandangan islam tentang ghosip atau ghibah?

Islam sangat melarang perbuatan yang membicarakan aib orang lain. Allah SWT. berfirman:

“Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain…dan jangn menggunjing satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka, tentulah kamu merasa jijik terhadapnya… dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujarat: 12)

Rasulullah SAW. selalu mengajarkan umatnya agar menjalin persodaraan yang erat antara sesama muslim. Dengan adanya gosip, akan merusak kasih sayang antar sesama muslim.

Rasulullah SAW. bersabda:

“Setiap muslim terhadap muslim lainnya diharamkan darahnya, kehormatannya, dan juga hartanya.” (HR. Muslim)

Sekedar menggambarkan bentuk tubuh seseorang saja sudah mendapatkan teguran keras dari Rasulullah SAW. “Aisyah r.a pernah berkata kepada Rasulullah tentang Shafiyyah bahea dia adalah wanita yang pendek. Rasulullah menjawab dengan nada tidak suka… sungguh engkau telah berkata dengan suatu kaliat yang kalau seandainya disampur dengan air laut niscaya akan mengubah air laut itu.” (HR. Adu Daud)

Bergosip dalam islam via www.3coze.com

Bergosip dalam islam via www.3coze.com

Hukuman orang yang bergosip dilihat langsung oleh Rasulullah saat Rasulullah melaksanakan isra mi’raz, Rasulullah SAW bersabda:

“Ketika aku Mi’raz (naik ke langit) aku melewati suatu kaum yang kuku-kukunya dari tembaga dalam keadaan mencakar wajah-wajah dan dada-dadanya. Lalu aku bertanya, ‘siapakah mereka itu wahai, Jibril?’ malaikat Jibril menjawab, mereka adalah orang-orang yang memajan daging-daging manusia dan merusak kehormatannya (yakni ghibah).” (HR. Abu Daud)

Karena dosa yang besar dan manusia cenderung mudah melakukan dosa yang ini, Rasulullah SAW. sering mengingatkan bahaya dosa ghibah ini. Rasulullah SAW. bersabda:

Siapa yang berkata tentang seorang mukmin dengan sesuatu yang tidak terjadi (tidak dia perbuat), maka Allah SWT akan mengurungnya di dalam lumpur keringat ahli neraka… sehingga dia menarik diri dari ucapannya (melakukan sesuatu yang dapat membebaskannya).” (HR. Ahmad)

Bergosip atau ghibah sangat dilarang dalam islam. Tapi ada bebrapa keadaan ayng membuat ghibab masih diperbolehkan, seperti:

1. Mengadukan kedzoliman orang-oang atas dirinya.

Allah berfirman:

“Allah tidak menyukai ucapan buruk (yang diucapkan) dengan terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nisaa’:148)

Orang yang didzolimi diperbolehkan mengadukan orang yang dzolim terhadapnya tanpa berbohong, tapi lebih utama memaafkan dan mendoakannya.

2. Meminta fatwa

Ghibah berikutnya yang masih diperbolehkan adalah meminta fatwa. Ada seorang wanita datang ke Rasulullah mengadukan tentan suaminya.

Wahai Rasulullah sesusungguhnya Abu Sufyan adalah laki-laki yang pelit. Dia tidak memberi nafkah kepadaku yang cukup untuk diriku dan anakku kecuali kalau aku mengambil darinya yang tidak tahu… Lalu Rasulullah SAW bersabda, ‘Ambilah yang mencukupi dirimu dan anakmu dengan yang ma’ruf.” (HR. Bukhori)

Selain meminta fatwa, ghibah yang diperbolahkan adalah ghibah yang bertujuan untuk mengingatkan kaum muslimin dari keburukan, salah satunya contanya yaitu mengingatkan seseorang ketika dia membeli barang yang cacat atau mengingatkan seseorang ketika dia berguru atau bekerja dengan seseoang yang tidak sesuai dengan ajaran islam agar terhindar dari perbuatan negatif.

Ayat bergosip

Gosip atau ghibab dengan tujuan yang tidak baik adalah perbuatan buruk yang dapat membuat akhlak  menjadi rusak. Maka sebagai muslim, sebaiknya meninggalkan peprbuatan yang tercela ini.

Rasulullah SAW. bersabda:

Barang siapa mencegah ghibah yang menyinggung kehormatan saudaranya maka Allah akan membebaskannya dari neraka.” (HR. Ahmad)

Dan tak hanya dari diri sendiri, jika bisa sebaiknya juga mencegah sesama muslim untuk tidak melakukan perbuatan ini.

Rasulullah SAW. bersabda:

Barang siapa mencegah  ghibab yang dilakukan oleh saudaranya, maka Allah akan mencegahnya dari neraka pada hari kiamat.” (HR. Tirmidzi)

Demikianlah infromasi mengenai ghibah atau ghosip yang diperbolehkan dalam islam. Semoga bermanfaat. Dan semoga kita selalu dilindungi dari ghibah-ghibah yang dilarang agama. Amiin.

Leave a Reply