Ternyata Ini Alasan Mengapa Ruku dan Sujud Dalam Shalat Harus Dipanjangkan

Bagi kamu yang sebelumnya sempat ke tanah suci, mungkin bertanya-tanya mengapa ruku dan sujud dalam shalat di sana lebih lama. Hal ini bukan tanpa alasan, karena ini berdasarkan tuntunan Baginda Nabi Muhammad SAW. Ada alasan tersendiri dari dua gerakan tersebut. Untuk mengetahui lebih jauh, kamu bisa baca dulu riwayat berikut:

“Suatu hari Abdullah bin Umar melihat seorang pemuda sedang shalat, dia memanjangkan shalatnya dan melamakannya, maka beliau bertanya: siapa yang tahu orang itu? Maka ada yang menjawab: Saya. Beliaupun mengatakan: seandainya aku mengenalnya, tentu aku akan menyuruhnya untuk memanjangkan ruku dan sujudnya, karena aku pernah mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Sungguh, jika seorang hamba berdiri untuk shalat; semua dosanya didatangkan, dan diletakkan di atas pundaknya. Maka setiap kali dia ruku dan sujud, dosa-dosa tersebut menjadi berjatuhan”. (Silsilah shahihah: 1398, sanadnya shahih)

Dari riwayat tersebut, kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa ternyata makin lama kita ruku dan sujud, maka makin banyak dosa yang akan terlepas. Nah, kalau itu menurut riwayat. Lalu bagaimana menurut medis?

Bila ditinjau dari segi medis, ruku dan sujud memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan. Hal ini pun dibuktikan dengan banyaknya studi mengenai gerakan-gerakan dalam sholat. Karena sedang membicarakan ruku dan sujud, maka kita akan membahas mengenai manfaat ruku dan sujud bagi kesehatan.

Manfaat dari memanjangkan ruku.

Ruku

Kamu sudah tahu bagimana ruku yang sempurna? Ruku yang sempurna sebenarnya bisa dilihat dari seberapa lurus punggung seseorang. Untuk percobaan, kamu bisa meletakkan satu gelas air di punggung saat sedang rukuk. Nah, bila tak tumpah, itu berarti rukumu sempurna.  Untuk menfaatnya, ternyata ruku yang sempurna mampu menjaga posisi punggung sebagai penyangga badan sebagai pusat syaraf. Selain itu, posisi jantung akan sejajar dengan otak, yang kemudian memicu seluruh tubuh mandapatkan aliran darah dengan sempurna.

Ruku juga mengaharuskanmu menumpu badan dengan tangan ke lutut. Gerakan ini bermanfaat untuk membuat otot-otot di sekitaran bahu sampai pinggang lebih rileks. Dari beberapa studi yang dilakukan, dengan memanjangkan ruku bisa meminimalisir serangan penyakit prostat. Jadi tak heran bila banyak terapis dunia sering menganjurkan gerakan ruku pada orang-orang yang terserang prostat.

Manfaat dari memanjangkan sujud.

Sujud

Gerakan sujud mengharuskanmu untuk meletakkan dahi, tangan, lutut dan ujung kaki ke lantai. Posisi ini ternyata bisa membantu cairan getah bening ke leher dan ketiak. Selain itu, posisi jantung yang lebih tinggi dari otak, membuat jantung berdetak stabil dan bisa memompa kandungan oksigen ke seluruh tubuh. Tentu ini sangat membantu bagi kamu yang sering merasa lelah dan sesak.

Meski demikian, gerakan sujudmu haruslah rileks, tidak terburu-buru agar aliran darah bisa masuk ke otak dengan cukup. Pikiranmu pun harus dalam keadaan tenang, tidak emosi atau marah. Kamu boleh memanjangkan sujud asal benar-benar niat dan fokus beribadah kepada Allah. Insya Allah, semua aliran darahmu akan lancar. Memanjangkan sujud juga bisa menghindarkan seseorang dari penyakit wasir, prostat, jatung tak stabil, dan kesehatan organ wanita.

Itulah alasan mengapa kamu harus memanjangkan ruku dan sujud serta manfaatnya dari tinjauan medis. Namun tentu saja, kedua gerakan di atas tidak akan sempurna bila kamu tak khusyuk dalam menjalankan sholat. Hal yang harus kamu perhatikan adalah memang benar-benar niat menyerahkan diri kepada Allah, niscaya segala masalah kesehatanmu akan sirna.

Leave a Reply