Tentang Sholat Istikharah dan Fakta-Fakta yang Ada Di Dalamnya

Ketika hati tengah dilanda kebimbagan atas sebuah pilihan maka seyogyanya hanya kepada Allah SWT kita meminta petunjuk dan bersujud. Berikut isikulkas.com sajikan fakta dan kisah tentang sholat istikharah.

Sebagai makhluk ciptaan Allah SWT manusia memiliki rasa ragu dan bimbang yang datang mendera ketika dihadapkan pada dua pilihan. Namun ketika kondisi ini terjadi, sebagian orang justru mencari jalan salah dan jelas-jelas melanggar syariat islam. Paranormal, dukun atau ahli nujum lah yang sering menjadi tempat bertanya dan dianggap dewa penerang  untuk membukakan hati atas dua pilihan yang membingungkan. Astgahfirullah..

Raulullah SAW telah mensyariatkan kepada umatnya agar mereka memohon pengetahuan dalam segala urusan yang mereka alami, yaitu dengan mengajarkan kepada mereka sholat istikharah sebagai peganti bagi apa yang biasa dilakukan dijaman jahiliyah berupa ramal meramal, memohon kepada berhala, dan melihat peruntungan. Jabir bin Abdillah, menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah mengajarkan sholat istikharah kepada kami dalam segala urusan.

Kata istikharah berasal dari bahasa arab secara etimologis berarti artinya meminta pilihan pada sesuatu. Dalam istilah ulama fiqih adalah memilih yang terbaik salah satu diantara dua hal dengan cara sholat dan berdoa. Sholat istikharah sendiri berfungsi untuk meminta petunjuk kepada Allah SWT atas kebimbangan seseorang dalam mengambil keputusan atau memilih diantara dua hal yang sulit yang sama-sama baik.

Sholat Istikharah via tuntunanshalat.com

Hal yang perlu diperhatikan adalah istikharah dilakukan pada saat seseorang ingin melakukan sebuah perkara baik dia ragu-ragu padanya atau sudah bertekad melakukan perkara tersebut. Bukan seperti apa yang diprasangka oleh sebagian orang, bahwa istikharah itu dilakukan pada saat seseorang ragu dalam memasuki sebuah perkara. Sebab istikharah itu artinya meminta agar diberrikan taufik sementara tidak seorang pun tidak mengetahui bagaimana hasil sebuah usaha kecuali Allah SWT.

Selama ini kita mungkin menunaikan sholat istikharah untuk urusan-urusan tertentu saja, seperti urusan jodoh, memilih tempat sekolah atau kuliah dan pekerjaan. Padahal sholat istikharah disunahkan dalam segala urusan. Hal ini juga bermakna bahwa sholat istikharah mencakup urusan-urusan besar maupun kecil, sebab beberapa masalah yang dianggap kecil berubah menjadi sumber masalah besar.

Dalam kehidupan sehari-hari kita biasa beristikharah tatkala ragu dan dihadapkan pada dua pilihan atau lebih lalu kita sholat dan dipilihkan oleh Allah SWT. Cara seperti ini sebetulnya kurang tepat.

Imam Bukhori selalu beristikharah sebelumi menghukumi kesahihan suatu hadits. Lalu, bagaimana jika seseorang merasa ragu dan ingin melarikan keraguannya tersebut kepada sholat istikharah? Jika seseorang ingin istikharah maka hendaknya sebelum istikharah ia memilih salah satu dari dua hal yang meragukan tersebut. Setelah istikharah biarkan semua berjalan apa adanya. Jika baik, semoga Allah menetapkan pilihannya tersebut dan memberikan kemudahan dalam melakukannya serta memberkahinya. Sebaliknya, jika pilihan tersebut buruk semoga Allah memalingkan dirinya dari hal itu lalu menetapkan untuknya dengan yang lebih baik atas ijinNya. Hal ini menunjukan pentinga memadukan istikharah dan musyawarah, maksudnya tatkala sedang ragu tak ada salahnya bermusyawarah dengan orang lain, meminta masukan dari keluarga atau teman.

Sholat isikharah sendiri terdiri dari dua rakaat diluar dari sholat wajib, seperti yang sudah disebutkan dari hadits Rasulullah. Pelaksanaanya pun layaknya sholat-sholat lainnya. Kemudian waktu pelaksanaan sholat istikharah bisa dilakukan kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang dilarang sholat, seperti saat setelah subuh hingga masuk waktu duha sebelum dzuhur hingga matahari tergelincir, setelah ashar hingga masyj waktu maghrib.

Namun ada baiknya sholat istikharah ini dilakukan pada sepertiga malam terakhir karena pada saat itulah waktu sangat mustajab untuk berdoa, bersujud dan memohon kepada Sang Khaliq.pada saat itu pula lah Allah SWT berada sangat dekat dengan hamba-hambanya. Kemudian tak ada pengkhususan bacaan dalam sholat istikharah. Namun ada sebagian ulama berpendapat bahwa setelah membaca surat Al fatihah bisa juga membaca surat Al Kafirun dan Al Ikhlas.

Sudah menjadi tradisi bahwa penentuan keputusan akhir dari hasil istikharah biasanya menunggu mimpi. Pandangan dan kebiasaan ini sebenarnya kurang tepat, dan tak ada hadits maupun pendapat para ulama yang mendukung hal itu. apalagi mimpi tidak lepas dari tiga kemungkinan, yaitu datangnya dari Allah atau dari setan atau dari diri sendiri. Tidak ada jaminan bahwa mimpi yang hadir setelah sholat istikharah adalah mimpi dari Allah SWT. Keputusan akhir dari sholat istikharah hendaknya dilakukan sesaui dengan kelapangan hati dan pandangan analisa yang tulus.

Allah SWT berfirman:

“Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allag bagi kamu. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah lag orang-orang yang beriman harus bertawakal.”  (QS. At-Taubah:51)

Ya, demikianlah inforamsi mengenai fakta dan kisah tentang sholat istikaharah. Semoga bermanfaat. Semoga kita menjadi golongan manusia yang selalu dirahmati Allah SWT. Amiin.

“Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allag bagi kamu. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah lag orang-orang yang beriman harus bertawakal.”

Leave a Reply