Tahu Sleep Apnea? Berikut 5 Gejalanya yang Harus Kamu Waspadai

Kamu mungkin pernah tidur dengan seorang teman dan ia menyikutmu tanpa alasan yang jelas. Saat kamu menanyakannya, ia akan menjawab: ‘berisik!’ Hal tersebut karena nafas ketika kamu tidur mengeluarkan suara aneh dan berisik, yang dalam bahasa sehari-hari disebut “ngorok”. Atau temanmu pernah menamparmu, karena ketika tidur nafasmu berhenti. Tahukah kamu hal tersebut sebenarnya adalah gangguan tidur yang harus diwaspadai?

Studi terbaru yang dilakukan oleh University of Saskatchewan dengan menanyakan dua hal di atas pada 124 pasien. Para peneliti menamakan tes ini; tes sikut karena partner tidur sudah sangat terganggu dan harus menyikutmu agar kamu terbangun.

Beberapa pertanyaan pun diberikan sebelum pasien menjalankan pemeriksaan untuk mendiagnosa gangguan tidur. Pemeriksaan ini disebut Polysomnogram. Pasien yang menjawab ‘ya’ dari kedua pertanyaan di atas lebih cenderung mendapat nilai indeks Sleep Apnea, dan lebih banyak dari yang menawab ‘tidak’. Itu artinya bisa ditarik kesimpulan; pasien tersebut yang menjawab ‘ya’, dipastikan menderita Sleep Apnea, namun masih pada tingkat yang ringan.

Pada dasarnya, Sleep Apnea bukanlah gangguan tidur yang bisa dipandang sebelah mataa. Selain penderitanya sering berhenti bernapas saat tidur, Sleep Apnea juga telah terbukti menjadi salah satu pemicu penyakit darah tinggi. Dari hasil yang didapat, menunjukkan bahwa 80 persen penderita Sleep Apnea tak mengetahui gangguan yang ia miliki tersebut.

Gejala paling sering yang dialami penederita Sleep Apnea adalah mendengkur dengan intensitas yang tinggi. Bukan hanya itu, gejala-gejala lain terasa lebih nyata pada wanita dari pada pria.

Nah, selain mendengkur, gejala-gejala seperti di bawah ini juga bisa menandakan seorang mengalami Sleep Apnea. Kalau kamu merasakannya segeralah berkonsultasi ke dokter guna memastikan.

1. Kamu sering merasa lelah sepanjang hari, meski pun waktu tidurmu sudah lebih dari cukup.

Sering capek via sites.psu.edu

Sering capek via sites.psu.edu

Hal ini biasanya sering dialami orang yang sering bekerja di depan komputer. Rutinitas yang mengikat bisa menjadi hal yang harus kamu waspadai. Saran dari dokter, cobalah untuk berhenti beberapa menit untuk memastikan mata tak kelelahan. Bila kamu paksa, syaraf di mata akan mengirimkan sinyal ke otak dan rasa lelah akan menyergapmu sepanjang hari.

2. Meski sudah fokus, kamu serong kehilangan konsentrasi.

Gagal fokus via www.rd.com

Gagal fokus via www.rd.com

Kalau kamu sering kehilangan fokus karena konsentrasi yang kurang, sebaiknya konsultasikan segera pada dokter terdekat. Bisa jadi kamu mengalami Sleep Apnea. Gejala ini memang sering dialami oleh orang-orang yang super sibuk atau mahasiswa dan danak sekolah.

3. Kamu sering merasa kepala berat sekali –bahkan sakit di pagi hari.

Kepala terasa berat via www.goodhousekeeping.com

Kepala terasa berat via www.goodhousekeeping.com

Jangan mermehkan gejala ini, karena bisa berakibat fatal untuk kesehatanmu. Selain itu, bila kamu merasa gejala ini terus berlanjut segeralah konsultasikan pada dokter. Dokter mungkin akan menyarankanmu untuk mengkonsumsi banyak air putih dan buah-buahan. Rasa sakit di kepala biasanya akan bertahan selama 2 jam setelah kamu terbangun.

4. Tenggorokanmu terasa kering dan haus saat bangun tidur.

Haus bukan main via www.kesekolah.com

Haus bukan main via www.kesekolah.com

Gejala ini sering dialami oleh orang-orang yang bekerja lembur. Saat akan tidur mereka akan merasa haus karena kekurangan cairan. Banyak dokter manyarankan untuk meminum segelas air 10 menit sebelum tidur. Nah, kalau kamu mengalami gejala ini secara terus menerus, segeralah konsultasikan pada dokter.

5. Meski tak ada penyebabnya, kamu sering marah dan sedih pada waktu yang sama.

Emosional viawww.psych2go.net

Emosional viawww.psych2go.net

Hal ini berkaitan dengan suasana hati seseorang. Meski tak ada penyebabnya suasana hati sering kacau. Nah, kalau kamu mengalami gejala ini, jangan meremehkannya. Karena ini bisa saja membuatmu terjebak pada gangguan Sleep Apnea.

Mengapa gejala-gejala di atas terkait dengan gangguan Sleep Apnea?

Ketika terbangun di tengah malam, sistem saraf simpatetik dalam tubuh akan mendorong kadar adrenalin untuk naik. Hal ini mampu membuat tekanan darah ikut naik. Bila hal ini sering kamu alami dan terjadi setiap malam hari, tekanan darahmu pun akan semakin tinggi.

Nah, naiknya adrenalin tersebut bisa memicu kadar gula darah dan kolesterol semakin tinggi, dan memperbesar risiko kamu terserang jantung/stroke. Hal ini pun didukung oleh seorang Otorhinolaryngologist and Dokter Spesialis Gangguan Tidurdi New York bernama Steven Y. Park, MD.

Nah, jadi nggak ada salahnya juga kamu perhatikan gejalan-gejala Sleep Apnea di atas. Agar kamu tidak lagi disikut atau ditampar temanmu. 😀

Leave a Reply