Sudah Jutaan Detik Bersama, Bila Ingin Putus Cobalah Pertimbangan 7 Hal Berikut

Romantisme, perselisihan, dan rasa bosan memang bumbu-bumbu dalam sebuah hubungan. Tanpanya, jalinan kasihmu dengan pasangan akan terasa flat dan hambar. Meski demikian, tak semuanya berjalan mulus. Bila rasa capek sudah memuncak, kata putus pasti selalu ada dalam pikiran. Memang, tak mudah mengatasi hal tersebut. Namun, sebelum melakukannya cobalah pikirkan beberapa hal sebagai bahan pertimbangan. Rasanya tak etis juga kalau kamu minta putus tanpa sebab dan hanya sepihak.

Nah, sebelum kata ‘putus’ itu keluar dari mulutmu, cobalah luangkan waktu untuk memikirkan hal-hal berikut:

1. Jangan buru-buru. Pikirkan sudah berapa lama kalian membagi kisah. Dan apa kamu mau mulai dari nol lagi bersama yang lain? Apakah sepadan dengan investasi waktu dan perasaanmu?

tips cinta via www.elcrema.com

tips cinta via www.elcrema.com

Memutuskan untuk berkominten dengan seseorang bukalah hal yang mudah. Mau atau tidak, kamu harus mementingkannya sebagai syarat dari sebuah hubungan. Ingat, kamu sudah menjalin hubungan yang terbilang spesial dengan seseorang selama bertahun-tahun. Apa kenangan kalian mau dibuang begitu saja? Percayalah, seiring waktu, perasaan kamu dengan dia akan semakin dalam dan mengucapkan kata ‘putus’ seketika adalah hal yang salah. Semua akan percuma. Logikanya begini; nggak ada gunannya kamu mencurahkan tenaga, waktu dan pikiran kalau ending-nya dia jadi mantanmu!

2. Hei, meski ia bukan orang yang sempurna, ia sudah bersamamu lebih dari 8 jam sehari –bahkan sampai kamu berubah fisik dan mental.

bersama via www.pinterest.com

bersama via www.pinterest.com

Menjalin hubungan dengan seseorang bukan soal status. Disadari atau tidak, kalian sudah memahami perilaku dan sifat masing-masing. Tak jarang pula, kalian pun berubah agar sama-sama menjadi pribadi yang lebih baik. Dia memang tak sempurna, tapi yang perlu kamu ingat adalah berjuang sendirian untuk berubah itu lebih melelahkan. Carilah moment terbaik untuk berfikir, dan renungkan apakah kamu memang sudah siap berjuang sendirian –yang kamu tahu itu melelahkan?

3. Seandainya memang harus putus, apa kamu yakin bisa dapat partner hidup yang lebih baik?

partner via takemeawayformhereforever.tumblr.com

partner via takemeawayformhereforever.tumblr.com

Jutaan detik telah kalian lewati bersama, suka duka pun selalu menjadi latar yang menghiasai tiap langkah perjalanan. Ingatlah, saat kamu dalam situasi yang genting dan tanpa pamrih ia menonolongmu untuk mengulurkan tangan. Kadang, ketika kamu sedang tak punya uang, ia dengan senang hati meminjamkannya padamu tanpa berharap kembali. Percayalah, sosok manusia seperti itu di tak bisa kamu temukan dalam satu malam! Kalau kamu memang benar-benar ingin putus, apa kamu yakin bisa mendapatkan sosok pasangan hidup seperti dia?

4. Hubungan kalian bukan cuma kamu dan dia. Ingat, ada keluarga yang entah bagaimana perasaannya bila kalian memutuskan untuk mengakhiri kisah.

keluarga via www.healthyfamiliesbc.ca

keluarga via www.healthyfamiliesbc.ca

Kita hidup di tengah jutaan manusia dengan berbagai karakter. Tak semua orang bisa sesupel kamu atau pasanganmu. Mampu mengakrabkan diri dengan keluarga merupakan hal yang patut kamu syukuri. Karena secara tak langsung, keluarga sudah memberimu restu untuk bisa melanjutkan ke jejang berikutnya. Dan apakah kamu kuat bila disodorkan pertanyaan berikut dari keluarganya:

“Nah, kamu sibuk terus ya? Kok jarang main?”

Atau mungkin, kamu dan adiknya sudah terlalu akrab dan sering jalan-jalan bersama. Bayangkan bila kamu tiba-tiba putus? Bagaimana perasaannya? Tentu kamu sudah bisa menebak bukan?

5. Siapkah kamu bila tiba-tiba melakukan segala aktivitas tanpanya? Aktivitas yang hanya dengan dialah kamu bisa semangat.

bahagia via www.tumblr.com

bahagia via www.tumblr.com

Menghabiskan seluruh waktu dengannya seperti menjadi rutinitas. Bahkan, intensitas pertemuanmu dengannya lebih sering ketimbang dengan orangtua. Pesan-pesan di ponselmu pun hampir semuanya darinya. Dan saat kamu memang benar-benar ingin putus, semua hal tersebut akan sirna. Mungkin masih berawal dari ‘jarang’ dan lama-lama berakhir lost contact. Kamu juga akan jarang bertemu dengannya. Jadi mantapkan hatimu, tanyakan pada hati kecilmu yang paling dalam; “Apa aku siap melalu waktu tanpanya?”

6. Komitmen yang telah kalian sepakati sudah benar-benar matang. Mulai dari cicilan rumah, tabungan pernikahan, sampai pembagian jatah uang bulanan. Mau kamu buang begitu saja?

rencana via www.engagedweddingblog.com

rencana via www.engagedweddingblog.com

Dalam suatu hubungan yang lebih serius, ego adalah hal yang biasanya sirna seiring waktu. Kamu dan dia sudah mantap berkomitmen ke tahap selanjutnya; menikah. Tentu, bila membicarakan ini pasti akan berkaitan dengan materi. Nah, kamu dan dia sudah bersusah payah menyisihkan uang bulanan untuk menikah, tapi tiba-tiba kamu ingin putus. Rasanya adalah hal yang salah bila kamu melakukannya. Selain itu, bila memang benar-benar putus, mau dikemanakan semua hasil jerih payah kalian? Dibagi dua? Ah, suasana pasti bakal jadi awkward. Coba pikirkan lagi.

7. Terakhir, mantapkan niatmu. Pikirkan bagaimana bila ia cepat move-on dan mendapatkan pasangan yang lebih kece dari kamu?

putus via tinybuddha.com

putus via tinybuddha.com

Kata ‘putus’ berarti menghentikan segala hal yang terkait dengan pasangan. Kalian berdua bebas melakukan apa yang dimau. Tapi sayangnya, putus tak berarti bisa melenggang move-on, dan rasanya move-on adalah perkerjaan yang sangat menguras waktu dan tenaga. Kamu butuh waktu ekstra dari biasanya, kamu butuh tenaga ekstra dari biasanya. Bahkan ada beberapa orang yang sampai mengakhiri hidup hanya karena tak kuat menahan patah hati. Yakinkan dirimu, bahwa kamu bisa benar-benar move-on darinya. Selain itu, apa kamu juga sudah siap bila ia bisa lebih cepat move-on dan mendapatkan pasangan yang lebih kece darimu?

Putus merupakan hal yang benar-benar serius dan butuh pertimbangan matang dalam suatu hubungan. Kamu tak bisa sepihak. Kamu harus memikirkannya secara serius dan panjang. Pikirkan masa depanmu bila tanpa kehadiran dirinya. Apakah akan baik-baik saja? Percayalah, bila memang ia yang digariskan Tuhan untukmu, selalu ada cara untuk tidak mengucapkan kata ‘putus’.

Leave a Reply