Sering Diabaikan, 5 Makanan yang Dikira “Baik” Ini Ternyata Harus Dibatasi

Hampir tiap makanan mempunyai nutrisi yang saling melengkapi. Akan tetapi, ada beberapa jenis makanan yang sering dianggap enak dan langsung dikonsumsi tiap hari. Hal ini menjadikan kebutuhan gizi terlalu berlebihan dan pada dasarnya tak dibutuhkan tubuh. Nah, kalau kamu termasuk orang yang sering mengonsumsi makanan di bawah ini, rasanya kamu harus segera membatasinya.

Meski sehat, ternyata susu tak boleh dikonsumsi tiap hari.

Membatasi asupan susu viawww.merdeka.com

Membatasi asupan susu viawww.merdeka.com

Banyak iklan di televisi yang mengatakan bahwa segelas susu setiap hari adalah cara terbaik dalam memulai hari. Seolah mereka memberikan persepsi bahwa meminum susu adalah hal yang harus dilakukan. Pada dasarnya, tak ada yang salah dengan susu. Tapi dengan selalu mengonsumsi susu tak akan memberikan manfaat. Kandungan karbohidrat dan lemak yang sangat tinggi pada susu bisa membuat diet sehatmu gagal.

Cobalah selama satu bulan berhenti minum susu, dan perbanyak air putih. Hal kecil seperti ini bisa membantu penurunan berat badan dan membersihkan kulit.

Makanan yang mengandung banyak pemanis.

Mengandung pemanis via balitapedia.com

Mengandung pemanis via balitapedia.com

Memang, kebanyakan orang di Indonesia sering mengkonsumsi minuman manis setelah makan berat. Biasanya es teh atau sirup rasa tertentu. Tapi ketahuilah, hal tersebut justru bisa merusak kesehatanmu. Memakan makanan yang manis haruslah dibatasi, tak boleh sembarang. Adanya tambahan gula setelah makan justru bisa meningkatakan kadar gula dalam darah. Hal ini tentu saja berkaitan dengan penyakit diabetes. Saran dari banyak dokter, biasakanlah memakan buah-buahan lebih dulu untuk meminimalisir adanya antrean dalam usus. Selain itu, proses penyerapanan gizi dan nutrisi pun akan menjadi lebih baik.

Karbohidrat bukanlah zat yang pas dikonsumsi saat malam hari.

Memakan nasi via www.kabarmaya.com

Memakan nasi via www.kabarmaya.com

Tak bisa ditolak, hal inilah yang sering dilakukan semua orang. Makan malam semacam menjadi prioritas. Rasa lapar karena mengonsumsi makanan di siang hari, membuat nafsu makan lebih tinggi di malam hari. Yang jadi masalah, mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat di malam hari tak dianjurkan. Saran para dokter dunia, sebagai pengganti karbohidrat, cobalah mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak sehat dan protein, seperti kacang-kanangan, sayur dan ikan. Selain itu, selesai makan disarankan jangan langsung tidur.

Karena memiliki jumlah karbohidrat yang tinggi, kentang juga tak dianjurkan.

Kentang via www.wisegeek.org

Kentang via www.wisegeek.org

Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Harvard University, kentang bukanlah pilihan yang tepat dikonsumsi saat malam hari, terutama bila kamu sedang diet. Karena memiliki 37 gram dan 5 gram karbohidrat serta protein, kentang memicu tubuh membesar. Hal ini tentu saja tak disarankan bagi kamu yang sedang menjalani diet harian. Nah, anjuran dokter, kentang biasanya diganti dengan sayuran segar, atau makanan yang rendah kalori.

Cemilan yang sering dikategorikan sebagai “cemilan sehat”

Karbohidrat viawww.liputan6.com

Karbohidrat viawww.liputan6.com

Percayalah, tak semua produk makanan yang memberikan embel-embel ‘cemilan sehat’ tak semuanya benar-benar sehat. Hal ini tentu dari cara pengemasam dan olahan bahan yang digunakan pada produk tersebut. Ada yang menambahkan gula, minyak dan zat lain yang pada dasarnya tak dibutuhkan oleh tubuh. Cobala menguranginya dengan minum banyak air putih. Selain itu, bila memang kamu ingin sekali nyemil, maka seimbangkan dengan makanan kaya protein. Ditambah buah dan sayuran.

Mengonsumsi makanan memang menjadi hal yang wajib diperhatikan. Digantinya pedoman, 4 Sehat 5 Sempurna menjadi Gizi Seimbang (Nutrition Guide for Balance Diet) bisa menjadi acuan untuk hidup lebih sehat. Nah, semoga apa yang kami sampaikan bisa bermanfaat buat kamu ya…

Leave a Reply