Seperti Apa Cinta dalam Pandangan Islam? Berikut Ulasannya

Apa yang terlintas di pikiran kamu tentang cinta? Pasti sesuatu yang indah dan menyenangkan, bukan? Karena bersama dengan orang yang kita cintai akan membawa kebahagiaan bagi kita di dunia, semua hal yang dilakukan atas dasar cinta pasti akan menjadi sesautu yang baik bukan hanya dalam mencintai seseorang, tapi juga dalam hal pekerjaan. Cinta juga bisa membawa perubahan manusia, yang dimana mungkin dulunya kasar tapi dengan adanya cinta dia bisa menjadi orang yang lebih tenang.

Cinta adalah sesuatu yang murni, putih, tulus dan suci, yang timbul tidak adanya paksaan atau hal yang dibuat-buat. Cinta merupakan suatu perasaan terdalam seseorang yang dimana membuatnya rela berkorban apa saja demi kebahagiaan orang yang dicintainya. Dan pengorbanannya tulus tidak mengharap balasan apapun. Cinta juga membawa kehangatan, yang dimana mampu membuat dan menyadari betapa berharganya diri kita dan seseorang yang begitu berharga untuk kita lindungi. Cinta tidaklah sebatas kata-kata, karena cinta jauh lebih berharga dibanding harta karun paling termahal di dunia sekalipun. Cinta merupakan anugrah terindah yang tak ternilai harganya. Dan itu diberikan kepada makhluk paling sempurna yaitu manusia.

Cinta

Ada bebapa cinta yang ada di dalam al quran yang dimana bisa menjadi arahan buat kita agar lebih mengetahui jenis-jenisnya. Apa saja? Yuk simak.

1. Cinta mawaddah

Jenis cinta ini merupkan jenis cinta yang menggebu-gebu dan membara. Orang memiliki cinta jenis ini maunya selalu berdua dan enggan untuk berpisah.

2. Cinta Rahman

Jenis cinta ini yaitu jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, siap menjaga dan melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis ini lebih memerhatikan orang yang dicintainya  dibanding dirinya sendiri. Baginya, yang penting adalah kebahagiaan yang kekasih meski ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya.

3. Cinta mel

Jenis cinta berikutnya adalah cinta mel yaitu jenis cinta yang sementara yang sangat membara sehingga menyita seluruh perhatiannya, hingga hal lain pun cenderung tidak ia perhatikan. Cinta ini dalam al quran disebut dalam konteks orang yang suka poligami.

4. Cinta ra’fah

Cinta jenis ini merupakan jenis cinta yang dalam hingga mengalahkan norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak hingga tidak tega membangunkannya untuk shalat, membelanya meskipun salah,

5. Cinta khulfah

Cinta yang satu ini adalah jenis cinta yang disertai kesadaran mendidik pada hal-hal yang positif meskipun sulit mengajarkan dan mengarahkan kepada kita semua umatnya agar mencintai sesuatu karena Allah SWT dan membenci juga karena Allah. Sehingga seseorang akan mencintai apa yang dicintai oleh Allah dan juga membenci apa-apa yang Allah benci. Cinta dan bencinya harus mengikuti kecintaan Allah SWT karena semua ini bertujuan agar mendapatkan ridha dan cinta Allah SWT.

Dari sahabat Abbas RA. Rasulullah SAW. bersabda:

“Tali keimanan yang paling kokoh adalah berloyal karena Allah dan memusuhi karena Allah, cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. Al-Thabrani dalam Al-mu’jamul kabir dan dihassankan oleh Al-Syaikh Al-Albani dalam Al-shahihah)

Di dalam sabda dijelaskan bahwa sebagaimana umat manusia kita harus mencintai apa yang dicintai Allah  dan memusuhi apa-apa yang dibenci Allah SWT. Karena bila kita melakukan hal demikian, kita akan menajdi manusia yang selalu dalam lindungan Allah SWT.

Dalam sabda lain, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa dalam hal mencari teman atau teman dekat haruslah didasarkan diatas prinsip, karena siapa yang dijadikan teman pasti mendapat kecintaan sesuai kadarnya. Terlebih seorang teman biasanya akan memberikan pengaruh terhadap teman dekatnya. Oleh karena itu, islam telah memberikan arahan agar tidak sembarangan memillih teman dan teman dekat.

Imam Tharani meriwayatkan sebuah hadits dari Ali RA. Rasulullah SAW. bersabda: “Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum kecuali ia akan dibangkitkan bersama mereka.” 

Di dalam sabda dijelaskan bahwa bila kita mencintai seseorang secara berlebihan dan melebihi kecintaan kepada Allah dan Rasulnya, maka ia nanti saat hari akhir akan dibangkitkan bersama dengan orang yang ia cintai di dunia.

Diriwayatkan dari Anna Ra. beliau berkata: Ada seseorang bertanya kepada nabi shallallahu ‘alaihi wasallah tentang hari kiamat, ia berkata, “kapankah kiamat  itu” beliau menjawab, “apa yang sudah  engkau siapkan untuknya?” ia menjawab, “tidak ada, kecuali aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.”

Dan seterusnya Annas bin Malik juga berkata: “kami tidak pernah merasa gembira seperti kegembiraan kami dengan ucapan Rasulullah SAW seperti berikut: ‘Engaku akan bersama dengan orang yang engkau cintai (diakhirat kelak).’  Kemudian Annas melanjutkan, sungguh saya mencintai nabi shallallahu’alaihi wasallah, Abu Bakar dan Umar dan berharap agar saya bisa bermasa mereka (di akhirat kelak) disebabkan cintku terhadap mereka, walaupun saya tidak beramal seperti mereka.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Dalam sabda dijelaskan bahwa sebagai umat manusia kita jangan terlalu mencintai apa yang kita miliki di dunia secara berlebihan walaupun itu harta yang paling berharga sekalipun seperti orang tua, istrsi, suami atau anak. Kita hanya boleh mencintai Allah dan Rasul-Nya secara berlebihan karena hal itu yang akan menolong kita di akhirat kelak.

Cinta sejati adalah cinta yang dimana mendapat kemuliaan untuk mengikuti jalan orang yang dicintaiNya, mengikuti langkah-langkahNya, berada di atas manhazNya, dan mengambil petunjukNya. Jadi, sebgai umat manusia, kita tidak boleh mencintai seseorang melebihi kecintaan kita kepada Allah SWT.  dan Rasulullah SAW. karena bila kita melakukan hal yang demikian maka kita akan dibangkitkan bersama dengan orang yang kita cintai di akhirat kelak.

Leave a Reply