Kampung Baduy; Tempat Tersembunyi di Sebelah Barat Pulau Jawa

Pernahkan kamu membayangkan berada di sebuah tempat yang begitu damai dan jauh dari pusat keramainan Kota? Suara angin serta hijaunya pohon bambu, berpadu dalam romantisme kicau burung-burung juga gemericik aliran sungai yang menentramkan. Ya, tempat seperti itu memang ada di Indonesia. Di Desa Kanekes, sebuah tempat yang akan mengajarkan Kamu akan nilai-nilai kearifan lokal yang masih di pegang teguh hingga saat ini. Di Desa Kakeas atau biasa di kenal dengan sebutan Kampung Baduy, Kamu akan merasakan sensasi kembali ke jaman dulu. Selain karena tidak ada listrik, desa ini tidak memperkenankan pengunjungnya untuk membawa alat-alat komunikasi (bahkan sinyal ponsel pun sulit didapat). Akan lebih baik jika saat mengunjugni tempat ini, Kamu hanya mendengarkan suara-suara alam saja atau sekedar ingin kembali ke zaman dimana industri tak segila sekarang.

Letak Kampung Baduy

Letak Kampung Baduy via kaos-banten.com

Letak Kampung Baduy via kaos-banten.com

Kampung Baduy, terletak di daerah perbukitan Gunung Kendeng, sekitar 75 kilometer jika dari arah selatan Rangkasbitung, Banten. Atau tepatnya di kecamatan Leuwidamar, kabupaten Lebak. Menurut beberapa sumber, pada akhir abad ke 18 wilayah Kampung Baduy mencakup hingga ke Pantai Selatan. Namun kini luas wilayah Kampung Baduy sekitar 5102 hektar saja.

Sekilas Tentang Kampung Baduy

Sekilas Tentang Kampung Baduy via nasional.republika.co.id

Sekilas Tentang Kampung Baduy via nasional.republika.co.id

Menurut sejarahnya, suku Baduy sebetulnya bukanlah nama asli dari orang-orang yang hidup di desa ini. Nama Baduy tersebut adalah sebuah pemberian dari seorang peneliti asal Belanda yang menyamakan penduduk sekitar dengan suku Badawi yang merupakan masyarakat nomaden atau sering berpindah tempat dan tak pernah menetap di suatu daerah. Desa Kanekes memiliki 56 kampung yang berpenduduk suku Baduy. Namun seluruh Desa Kanekes dibagi ke beberapa bagian, yaitu orang Baduy asli tinggal di Kampung Cikeusik, Cikertawana, serta Cibeo. Sedangkan orang Baduy majemuk (luar) tinggal di 53 kampung lainnya. Kampung Baduy Majemuk bertugas menjaga Baduy Dalam dari pengaruh dunia luar. Baduy Dalam menerapkan sistem adat yang lebih ketat dari pada dengan suku Baduy Luar.

Fasilitas di Kampung Baduy

Fasilitas di Kampung Baduy via fotorumahmewah.ga

Fasilitas di Kampung Baduy via fotorumahmewah.ga

Di Kampung Baduy, telah di sediakan rumah-rumah yang dibangun dari bambu-bambu serta ijuk di bagian atapnya. Rumah-rumah ini memang khusus disediakan bagi Kamu yang ingin menginap di Kampung Baduy. Namun, tentu saja tak ada aliran listrik di rumah-rumah tersebut. Ya, fasilitas yang ada di Kampung Baduy, memang sengaja tetap di buat sedemikian rupa, agar dapat terus menjaga keaslian dari Kampung Baduy itu sendiri.

Kuliner di Kampung Baduy

Kuliner di Kampung Baduy via www.bantenhits.com

Kuliner di Kampung Baduy via www.bantenhits.com

Kamu jangan kaget, tidak ada restoran atau tempat makan satupun di Kampung Baduy, jadi saran kami bawalah makanan sebelum Kamu mengunjungi Kampung Baduy. Namun, sebenarnya Suku Baduy bisa menjamu Kamu dengan ramah jika memang Kamu kelaparan. Oh ya, kebanyakan orang-orang baduy adalah vegetarian, makanan sehari-hari mereka bersumber  dari alam sekitar. Mata pencaharian utamanya adalah bertani padi.

Akses Menuju Kampung Baduy

Akses Menuju Kampung Baduy via itsmetraveller.blogspot.com

Akses Menuju Kampung Baduy via itsmetraveller.blogspot.com

Sepanjang perjalanan Kamu akan disuguhkan pemandangan alam yang tentu saja berbeda dari tempat lain. Kemudian, baru beberapa meter berjalan, Kamu akan menemui Desa Gajeboh. Di sini banyak perempuan Baduy menenun pakaian untuk dikenakan atau di jual. Lalu Kamu akan menyeberangi Sungai Ciujung dengan melewati jembatan yang terbuat dari bambu. Sungai Ciujung  konon sangat sakral di Kampung Baduy. Itulah sebabnya saat melewati jembatan ini, tidak diperkenankan berfikiran atau mengucapkan kata-kata kotor. Setelah itu Kamu akan sampai di Desa Cicakal. Di sini bisa digunakan untuk beristirahat dan menghabiskan malam jika memang Kamu ingin menginap. Perjalanan dengan berjalan kaki ini memakan waktu kurang lebih 2 jam-an.

Transportasi ke Kampung Baduy

Transportasi ke Kampung Baduy via turisma.co.id

Kampung Baduy memiliki jarak tempuh sekitar 40 km dari kota Rangkasbitung. Kamu dapat menggunakan kendaraan pribadi atau umum. Memakan waktu sekitar satu jam dari Rangkasbitung. Untuk rutenya dapat ditempuh melalui jalur Rangkasbitung-Cibolege. Di Ciboleger inilah pintu masuk ke kawasan Kampung Baduy, lalu diteruskan dengan berjalan kaki.

Tiket Masuk Kampung Baduy

Tiket masuk viaadventurewithjane.wordpress.com

Tiket masuk viaadventurewithjane.wordpress.com

Sebenarnya tidak ada biaya tiket masuk secara resmi untuk ke tampat ini. Namun saran kami, saat meminta izin ke ketua adat, ada baiknya dengan memberi beberapa rupiah sebagai tanda terima kasih.

Tertarik mengujungi Kampung Baduy?

Leave a Reply