Kalau Keinginanmu Ingin Diijabah, Jangan Ucapkan Kalimat ini Saat Berdoa

Berdoa semacam curahan hati kepada sang Pecinta, waktu dimana seorang hamba menumpahkan segala keluh kesah, resah gelisah, dan sebagainya. Berdoa bertujuan agar Allah SWT mendengar dan menjawab segala doa kita dengan tepat.  Berdoa biasa dilakukan setelah sholat wajib maupun sholat sunnah.

Doa yang tulus dan sungguh-sungguh merupakan doa yang paling disukai Allah. Dengan doa yang tulus dan sungguh-sungguh tentu Allah akan dengan senang hati mendengarkan segala doamu dan dengan senang hati pula untuk mengabulkannya. Hindariah doa-doa yang terkesan memaksa, sebab Allah tidak menyukainya. Coba bayangkan saja, kamu juga pasti sebel dan males kalau ada teman yang minta tolong dengan nada memaksa. Iya, kan? Hal tersebut seperti menunjukan ketidaksopanan. Begitu juga dengan Allah SWT, Dia juga pasti tidak suka dengan doa-doa yang memaksa.

Bahkan ada waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa, beberapa diantaranya yaitu; berdaoa di diantara adzan dan iqomah, berdoa saat sujud (sujud sholat wajib, sujud syahwi, dan sujud tilawah), bedoa sesaat sebelum salam pada sholat wajib, berdoa saat berpuasa, dan berdoa pada hari jum’at.

Berdoa yang baik dan benar adalah berdoa yang sebelumnya didahului dengan lantunan puji-pujian pada Allah (dzikir).

Ucapan yang dilarang saat berdoa via photo.sf.co.ua

Ucapan yang dilarang saat berdoa via photo.sf.co.ua

Setelah itu, barulah dengan khusyuknya memanjatkan harapan-harapan kepada Allah aza wa jalla. Berdoa bukan hanya sebatas dzikir lalu meminta, ada aturan-aturan yang kamu harus tau juga. Selain terdapat waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa, kamu juga harus tau bahwa ada kalimat yang tidak boleh diucapakan ketika berdoa.

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah mengungkapkan bahwa ada kalimat yang sering diucapkan sebagian umat islam ketika berdoa namun sebenarnya tidak diperbolehkan. Salah satu kalimat yang sering diucapkan dalam doa tapi dilarang yaitu, “Ya Allah (isi permohonan) jika Engkau berkenan” . Bahkan beberapa  dari mereka menganggap kalimat yang diucapkan ini baik dan sepintas tidak ada yang salah. Dalam sebuah riwayat menyebutkan;

Melalui Nabi Muhammad SAW, Allah SWT menyampaikan bahwa kalimat ini tidak disukai-Nya dan umat dilarang mengucapkan ketika berdoa. Adalah kalimat “Ya Allah jika Engkau berkenan maka berilah aku (isi permohonan)”,

Kalimat “Ya Allah (isi permohonan) jika Engkau berkenan”  sepintas memang tidak ada yang salah dan terkesan lebih lembut, kan? Bahkan sebagian umat muslim mungkin kamu juga pasti sering mengucapkannya ketika sedang berdoa. Namun ternyata kalimat tersebut tidak diperkenankan untuk diucapkan ketika berdoa.

Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori.

 “Apabila salah seorang dari kalian berdoa, hendaklah ia sungguh-sungguh dalam memohon dan janganlah ia mengucapkan, ‘Ya Allah jika Engkau berkenan maka berilah aku.’ Karena sesungguhnya tidak ada yang dapat memaksa-Nya” (HR. Bukhari)

“Janganlah kalian mengucapkan ‘Ya Allah ampunilan aku jika Engkau berkenan. Ya Allah rahmatilah aku jika Engkau berkenan’. Tapi hendaknya ia sungguh-sungguh dalam memohon karena sesungguhnya tidak ada yang dapat memaksa-Nya” (HR. Bukhari)

Berapa Imam besar berpendapat mengenai hadist tersebut, diantaranya Ibnu Abdil Barr Seorang ahli tafsir dan Imam Nawawi.

Ibnu Abdil Barr Seorang ahli tafsir mencoba menjelaskan tentang hadist tersebut. Menurut Beliau, tidak ada yang bisa memaksa Allah SWT. Allah hanya mengabulkan segala apapun yang dikehendaki-Nya. Allah hanya akan melakukan segala apapun yang dikehendaki-Nya.  Kalimat “Ya Allah (isi permohonan) jika Engkau berkenan”   ini dianggap tidak berdasar, sebab menurut Ibnu Abdil Barr, Allah hanya akan melakukan segala apapun yang dikehendaki-Nya. Bahkan Ibnu Abdil Barr, menambahkan bahwa ucapan “Ya Allah (isi permohonan) jika Engkau berkenan”   ini hukumnya haram diucapkan ketika berdoa. Semantara Imam Nawawi berpendapat bahwa hukum mengucapkan kalimat “Ya Allah (isi permohonan) jika Engkau berkenan”   adalah makruh. Wallahu a’lam.

Leave a Reply