Ini 4 Alasan Medis Mengapa Rasulullah SAW Menyukai Kucing

Kucing adalah hewan menggemaskan yang begitu dicintai banyak orang. Di Mesir, kucing dipercayai memiliki 9 nyawa. Bukan hanya itu, kucing bahkan dianggap sebagai titisan dewa pada masa kerajaan Fir’aun 3000 tahun  lalu.

Berbeda dengan di Eropa, kucing di dataran ini dianggap sebagai pembawa bencana. Bahkan pada abad kegelapan pernah terjadi pemusnahan kucing besar-besaran di Eropa yang kemudian merambah ke Afrika Utara. Kucing dianggap sebagai sihir setan yang membuat masyarat di negara sebagai Eropa dan Afrika Utara terserang wabah mematikan. Padahal,  wabah yang diangga kutukan oleh masyarat saat itu adalah jenis penyakit pes. Penyakit pes ini diakibatkan meledakanya populsai tikus dan berkurangnya populasi kucing yang berperan sebagai predator.

Dalam islam, kucng begitu disayang dan dihargai, bahkan kucing dianggap sebagai teman yang tidak boleh disakiti atau dilukai. Rasulullah SAW pun sangat menyayangi kucing, Beliau memiliki seekor kucing bernama Mueeza. Saking sayangnya terhdap kucing, Rasulullah sampai tidak tega membangungkan Mueeza ketika tengah lelap tertidur d ibelahan lengan jubahnya. Beliau lebih memilih memotong belehan lengan jubahnya itu. Bukti kasih sayang Rasulullah juga terlihat dari seringnya Beliau menggendong Mueeza atau ditaruh di atas pahanya. Beliau juga berpesan pada para sahabatnya untuk menyayangi kucing peliharaan layaknya keluarga sendiri.

Rasulullah bersabda:

“Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai” (HR. Bukhari).

Jika diantara kamu ada yang beranggapan bahwa kucing itu najis, jelas itu salah. Dalam sejumlah hadist, Rasulullah menekankan bahwa kucing tidak mendatangkan najis. Bahkan air bekas minum kucing  diperbolehkan untuk berwudhu karena masih dianggap suci.

Rasulullah bersabda:

“Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),” (HR. At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Nah, berikut ini beberapa pandangan ilmiah yang turut menguatkan bahwa kucing itu bukanlah hewan yang mendatangkan najis. Simak yuk.

Fakta ilmiah ke-1. Air bekas minum kucing tetap sehat dan suci.

Bekas minum kucing via www.catster.com

Bekas minum kucing via www.catster.com

Permukaan lidah kucing ditutupi oleh benjolan-benjolan kecil menyerupai kikir atau geregaji.  Bentuk yang kasar sangat bermanfaat untuk membersihkan kulit si kucing, membuang bulu-bulu yang mati. Selain itu, lidah kucing juga bersifat anti bakteri. Bahkan, air bekas minum kucing saja tetap sehat dan suci. Karena, ketika kucing minum, setetes air pun tidak ada yang jatuh dari lidahnya.

Jadi, kamu tidak perlu was-was lagi dengan bekas air minum kucing. Kecuali tempat air yang kamu pakai untuk minum kucing sudah kotor dan belum dibersihkan berhari-hari.

Fakta Ilmiah ke-2. Kulit kucing bebas dari kuman dan mikroba.

Bebas kuman via www.metro-vet.com

Bebas kuman via www.metro-vet.com

Sejumlah penelitian mebuktikan bahwa kulit luar kucing terbebas dari kuman dan mikroba. Sekalipun ditemukan kuman, kuman tersebut masuk dalam golongan kuman tidak berbahaya jumlahnya pun terbatas, seperti, streptococcus, enterobacter dan taphylococcus. Sejumlah penelitian tersebut pun membuktikan bahwa lidah kucing juga terbebas dari kuman dan mikroba. Liur kucing itu bersih dan membersihkan.

Ketua laboratorium Rumah Sakit Hewan Baitharah bernama Dr. George Maqshud mengungkapkan: “jarang sekali ditemukan kuman pada lidah kucing. Jika pun ada kuman di dalamnya, maka si kucing itu akan sakit.”

Sa’id Rafah Dokter hewan di Damaskus menambahkan,  bahwa kucing itu memiliki perangkat pembersih benama lysozyme.  Selain itu, sifat kucing yang tidak menyukai air dan sangat menjaga kestabilan hangat tubuhnya membuat kucing terlindungi dari kuman dan mikroba.

Fakta Ilmiah ke-3. Kucing bersih secara keseluruhan.

Kucing bersih via www.catster.com

Kucing bersih via www.catster.com

Sebuah penelitian kembali membuktikan bahwa kucing memiliki badan yang bersih secara keseluruhan, kucing terbabas dari segala macam bakteri, kuman dan mikroba. Bahkan hasil penelitian juga menyebutkan bahwa kucing lebih bersih dibanding manusia. Subhanallah banget ya.

Fakta Ilmiah ke-4. Kucing membantu mengurangi stress.

Mengurangi stres via www.vetwest.com.au

Mengurangi stres via www.vetwest.com.au

Zaman dahulu kucing dimanfaatkan untuk terapi. Dengkuran kucing yang berkekuatan 50Hz juga baik buat kesehatan. Selain itu, memelihara kucing juga membantu sekali untuk menurunkan tingkat stress.

Begitu banyak keistimewaan yang dimiliki seekor kucing. Jadi, buat kamu yang menganggap hewan menggemaskan seperti kucing ini najis dan menjijikan semoga lekas disadarkan. Cintailah kucing seperti kamu mecintai keluarga sendiri. Ayo pelihara kucing.

 

Leave a Reply