Ingin Jadi Tahfidzul Qur’an? Berikut 4 Rahasia Menghafal Al-Quran yang Dianjurkan

Al Qur’an merupakan induk dari segala ilmu. Maka sudah sepatutnya bagi seorang penuntut ilmu menjadikan Al Qur’an sebagai ilmu paling utama untuk dipelajari dibandingkan ilmu-ilmu lainnya. Al quran itu bagai lentera dalam gelap, peta saat tersesat, kompas saat kehilangan arah. Al qur’an adalah sumber dari semua sumber hukum, itulah mengapa ilmu al qur’an ditetapkan Tuhan sebagai pedoman manusia yang wajib dipelajari, dihafal, dan hayati dibandingkan ilmu-ilmu lainnya.

Akan tetapi, terkadang ada kesulitan atau hambatan ketika kita mencoba untuk mempelajari atau menghafal Al Qur’an, hingga pada akhirnya kita menjadi malas, lebih memilih untuk menutupnya, dan beralih ke hal lain yang lebih menyenangkan. Nah, buat kamu yang ingin sekali menghafal al qur-an, berikut ini 4 kunci mudah menghafal Al Qur’an yang bisa kamu jadikan pegangan dalam menghafal al quran.  Semoga ini membantu kamu dan semoga kamu dalam menghafal. Dan, semoga kamu tidak lagi tersandung hambatan saat menghafal. Simak yuk!

1. Jangan Terburu-buru tapi juga jangan menunda-nunda.

Jangan Terburu-buru tapi juga jangan menunda-nunda via ltiq.alshifacharity.com

Jangan Terburu-buru tapi juga jangan menunda-nunda via ltiq.alshifacharity.com

Syndrom yang sering menyerang para tahfidzul quran (penghafal Qur’an) yaitu selalu ingin buru-buru atau cepet-cepat menghafal seluruh surat dalam al quran, buru-buru berpindah dari satu ayat ke ayat berikutnya. Padahal ayat sebelumnya belum terlalu hafal, sehingga hafalan kita menjadi berantakan dan  terbalik-balik. Cara seperti itu jelas tidak dibenarkan, menghafalkan al quran itu pelan-pelan saja tidak perlu terburu. Bagi kamu yang memang ingin menjadi tahfidzul quran, menghafal al quran itu bukan hanya sekedar menghafal, tapi juga menghayati tiap makna yang terkandung di dalam al quran. Biar apa? Ya, biar hafalanmu berkah dan tidak sia-sia.

Syndrom lainnya yang sering menyerang para tahfidzul quran (penghafal Qur’an) yaitu seringnya menunda-nunda untuk menghafal. Padahal menunda-nunda pekerjaan hanya akan menambah pekerjaan. Maka konsistenlah. Jika kamu sudah menetapkan jadwal menghafal misalnya antara waktu ashar sampai maghrib, maka laksanakan, jangan ditunda-tunda. Jika berat, paksakanlah. Lawan rasa malasmu. Jika sudah terbiasa dengan jadwal yang ada, maka menghafal pun tidak lagi berat dan susah.

2. Menghafal bukan untuk khatam, menghafal adalah jalan untuk lebih mendekatkan diri pada Allah.

Mendekatkan diri viaakbar08.wordpress.com

Mendekatkan diri viaakbar08.wordpress.com

Buat kamu yang memang ingin menghafal al quran, jangan frustasi jika hafalanmu tidak lekas-lekas bertambah, cobalah untuk meluruskan kembali niatmu. Ingatlah bahwa menghafal itu bukan untuk khatam, menghafal adalah jalan untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan. Jadi solusi terbaiknya adalah dengan menikmati saat-saat menghafal, jangan terlalu dibikin pusing, jangan terlalu memikirkan hasil. Pikirkanlah bahwa Allah itu bukan hanya menilai hasil tapi juga menilai proses. Tetap semangat menghafal, tetap ikhlas, Allah pasti memperlancar hafalanmu dalam menghafal.

3. Hafalkanlah tahap demi setahap jangan sekaligus.

Tahap demi setahap via www.jurnalislam.com

Tahap demi setahap via www.jurnalislam.com

Ibaratnya begini, apabila di depanmu ada sepiring nasi beserta lauk-pauknya yang begitu menggiurkan saat perutmu super-duper keroncongan, untuk melahap makanan tersebut tentunya sesendok demi sesendok, kan? Kita tidak langsung menjejalkannya sekaligus ke dalam mulut kita, kan? Dengan makan setahap demi setahap, maka makanan yang masuk ke dalam mulut pun akan terasa lebih nikmat dibandingakan saat kita melahap makanan tersebut sekaligus ke dalam mulut.

Nah, begitu juga dengan menghafal Al Qur’an. Dalam menghafal al quran sebaiknya jangan sekaligus, setahap demi setahap saja. Otakmu akan kelelahan jika disusupi hafalan-hafalan yang terlalu banyak dalam satu waktu, yang ditakutkan semua hafalan quranmu justru malah hilang. Jadi caranya, satu hari satu ayat. Selain tidak terasa berat, hafalanmu pun akan menempel kuat di otak. Kamu boleh menambahkan lagi satu ayat atau lebih jika sudah terbiasa.

4. Berbahagialah kamu yang dirindukan ayat al qur’an.

Mengaji via www.viaberita.com

Mengaji via www.viaberita.com

Tahukah kamu, bahwa ayat-ayat quran yang tak juga melekat di memori kita itu tandanya ayat-ayat quran tersebut merindukan kita. Ia ingin agar kita kembali membukanya, ia ingin kita kembali membacanya. Jadi pekalah sedikit, buka dan baca kembali ayat-ayat quran tersebut. Anggaplah al quran itu sebagai kekasih hati yang sedang merindukanmu, yang ingin menghabiskan waktu denganmu, yang ingin berlama-lamalah bersamamu. Bacalah ayat-ayatnya dan makna dari tiap ayatnya penuh dengan penghayatan. Jangan malah berpaling atau menghindar, mengakrabkan diri dengan al quran itu faedahnya besar. Selain memberi ketenangan lahir dan batin, kamu juga akan selalu dilindungi Allah. Dan yang terpenting, hidupmu penuh dengan keberkahan. Percayalah, menghafal al quran itu mudah jika niatmu bukan hanya untuk main-main semata.  Jadi semangatlah, jika ada beberapa ayat yang sulit dihafal, berbahagialah karena itu tandanya kamu tengah dirindukan ayat.

Menjadi tahfidzul quran atau penghafal al quran memberi keuntungan besar, selain hidupmu penuh keberkahan, kamu juga bisa membawa 7 keluargamu ke delam surga Allah yang penuh dengan kemegahan. Tidak ada jerih payah yang sia-sia, jika kamu percaya dan yakin bisa, maka Tuhan akan memudahkan jalanmu juga. Tipsnya: sabar, ikhlas, jangan terburu-buru, jangan menunda-nunda, jangan bosan untuk membacanya, dan buatlah jadwal untuk menghafal. Waktu terbaik untuk menghafal al quran bagi para tahfidzul quran yang sudah lebih berpengalaman yaitu waktu sepertiga malam (dari jam 3 pagi sampai subuh) atau selepas subuh. Luruskan niat, kuatkan tekat, maka hafalan quranmu bisa cepat melekat di dalam otak.

Semoga infromasi ini bisa membantu kamu yang memang ingin menghafal al quran. Intinya jangan malas dan menunda-nunda. Semoga hidup kita dilingkupi keberkahan. Amin.

Leave a Reply