Ingin Dudukmu Mendapat Berkah dari Allah SWT? Hindari Posisi Duduk Seperti Ini

Sebagai seorang muslim, ada hal-hal yang tentunya harus diperhatikan, mulai dari hal-hal yang harus ditinggalkan sampai dengan hal-hal yang harus dijalankan. Islam memang mengatur seluruh aspek kehidupan, salah satunya adalah dalam urusan duduk. Untuk aspek kehidupan yang satu ini, memang tidak terlalu mendapat respon serius dari sebagian umat muslim. Beberapa dari mereka berpikir, katanya islam itu memudahkah tapi kok ya  urusan duduk aja sampai diatur dan tidak boleh sembarangan.

Namun begitulah syariat Islam, segala sesuatunya memang sudah ditetapkan Allah SWT. Peraturan yang sudah dibuat tersebut bukan bermaksud memberatkan, namun justru memberikan dampak positif dan kebaikan dari segi kesehatan dan sosial. Allah tidak pernah memerintahkan apapun yang memberatkan hambaNya. Salah satunya ya dalam urusan duduk ini. Dalam urusan duduk saja, islam mengaturnya dengan sedemikian rupa. Jadi, islam menganjurkan untuk menghindari duduk dengan dengan tangan kiri dijadikan tumpuan atau sandaran.

Rasulullah SAW mengatakan bahwa Allah SWT begitu murka dengan umat muslim yang  yang duduknya tidak sesuai dengan apa yang sudah diperintahkan. Sebagai umat muslim, sudah selayaknya kita mematuhi apa yang diperintahkan, termasuk mematuhi untuk menghindari duduk yang demikian.

Duduk dengan menggunakan tangan kiri sebagai tumpuan atau sandaran memang tidak disukai Allah. Padahal duduk yang demikian sering sekali kita lakukan, seperti saat duduk di lantai ketika menghadiri sebuah jamuan, sedang berada di masjid, sedang menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah, atau ketika sedang belajar kelompok bersama-teman sekolah.

Duduk yang dilarang islam via google image

Duduk yang dilarang islam via google image

Dari Syirrid bin Suwaid radhiyallahu ‘anhu mengungkapkan bahwa Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud.

“Rasulullah pernah melintas di hadapanku sedang aku duduk seperti ini, yaitu bersandar pada tangan kiriku yang aku letakkan di belakang. Lalu baginda Nabi bersabda, “Adakah engkau duduk sebagaimana duduknya orang-orang yang dimurkai?” (HR. Abu Daud).

Hal tersebut turut dikuatkan juga oleh Syaikh ‘Abdul Al ‘Abbad. Beliau mengungkapkan bahwa duduk yang demikian itu hukumnya haram, meski beberapa ulama lainnya mengatakan makruh.

“Makruh dapat dimaknakan juga haram. Dan kadang makruh juga berarti makruh tanzih (tidak sampai haram). Akan tetapi dalam hadits disifati duduk semacam ini adalah duduk orang yang dimurkai, maka ini sudah jelas menunjukkan haramnya.” (Syarh Sunan Abi Daud)

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin mengungkapkan hal yang berbeda, duduk yang dimurkai sebagaimana yang diungkapkan Rasulullah yaitu  menjadikan tangan kiri sebagai sandaran atau tumpuan. Namun jika kedua tangan diletakkan sebagai sandaran atau tangan kanan saja yang jadikan sebagai sandaran, maka hal tersebut tidak apa-apa. Itulah mengapa ada sebagaian ulama yang mengatakan duduk yang demikian itu tidaklah haram melainkan makruh.

Sebagai seorang muslim, tentu kita diwajibkan untuk mengikuti segala hal yang diperintahkan Allah dan Rasulullah. Maka selama itu sesuai dengan syariat islam, patuhilah saja, dan jangkan sekali-kali ingkar. Dan jika ada yang mengatakan, duduk yang demikian itu tidaklah berdasarkan ilmu pengetahuan dan tidak masuk akal, biarkan saja, kamu cukup cerna saja, setelah itu kamu kembalilah berpegang teguh pada apa yang diperintahkan Allah dan Rasulnya.

Janganlah menjadi sombong dengan tidak mengindahkan apa yang sudah ditetap Allah SWT. Semoga kita termasuk hamba  yang beriman dan selalu dijauhkan dari hal-hal yang Allah dan Rasulullah larang.

Leave a Reply