Ingin Dicintai Allah dan Rasulullah? Lakukan 3 Hal Ini, Dijamin Hidupmu Penuh Keberkahan

Bagi sejumlah orang, menjadi pribadi yang baik dan mulia lebih sulit daripada menjadi pribadi yang dibenci orang lain. Kamu mungkin pernah mengalaminya, segala kebaikan yang pernah kamu lakukan hancur tak tersisa ketika kamu berbuat satu kesahalan baik itu disengaja maupun tak disengaja. Keselahan tersebut bagai noda dalam kehidupanmu yang sulit terhapuskan.

Untuk menjadi peribadi yang baik sebenarnya tidaklah susah jika kamu mau lebih mendekatkan diri dengan Tuhan. Orang yang dekat dengan Tuhan secara tak langsung akan paham bagaimana dia harus bersikap. Hingga ia selalu mencoba untuk berhati-hati dalam ucapan dan tindakan. Salah satu cara mendekatkan diri dengan Tuhan selain mengakrabi ayat-ayat al quranul karrim, yaitu mengakrabi Rosulullah shallallahu alaihi wasallam. Siapa yang dekat dengan Rasulullah, maka berkah hidupnya. Sebab, siapa yang mencintai Rasulullah maka dia akan di cintai Allah Azza wa jalla. Lalu, bagaimana caranya agar mendapat syafaat dari Rasulullah? Bagaimana caranya agar di hari kiamat nanti kita bisa duduk bersebelahan dengan Rosulallah?

At Tirmidzi meriwayatkan dalam haditsnya, tentang siapa saja yang bisa duduk bersebalah dengan Rasulullah di hari kiamat nanti, yaitu: “Sungguh yang paling aku sukai diantara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku di hari kiamat nanti adalah yang paling baik akhlaknya.”

Rasullah mencintai orang-orang yang berkahlak baik, tapi bukan berarti beliau membenci orang-orang yang tak berakhlah baik. Rasulullah itu bijaksana sekali, baik sekali. Tapi buat kamu yang mendambakan dicintai oleh Rasulullah atau sangat mendambakan dihari kiamat nanti bisa duduk bersebelah dengan Rasulullah, maka jagalah akhlakmu. Nah, berikut ini akhlak-akhlak yang sangat disukai Rasulullah yang perlu kamu ketahui.

1. Akhlak yang menyangkut diri sendiri.

Akhlak yang menyangkut dengan Allah Azza wa jalla via mutiarabijaksana.com

Akhlak yang menyangkut diri sendiri via mutiarabijaksana.com

Yang dimaksud dengan akhlak menyangkut diri sendiri yaitu bagaimana seorang hamba mampu  menuntut ilmu (tholabul ilmi) agar ibadah yang dikerjakannya sesuai dengan syariat Allah dan RasulNya. Seorang hamba yang taat akan tahu kewajiban-kewajiban seperti apa yang menjadi prioritasnya di dunia, sehingga saat di Yaumul Hisab nanti, kita bisa selamat dari segala pertanggungjawaban selama kita hidup di dunia.

2. Akhlak yang menyangkut dengan Allah Azza wa jalla.

Akhlak yang menyangkut diri sendiri via muridguru.com

Akhlak yang menyangkut dengan Allah Azza wa jalla via muridguru.com

Yang dimaksud dengan Akhlak yang menyangkut dengan Allah Azza wa jalla yaitu bagaimana seorang hamba mampu meluruskan tauhid sehingga bersih dari segala kemusyrikan. Selain itu, akhlak yang satu ini juga mengajarkan keikhlasan dan tak pernah lelah dalam mengerjakan semua yang Allah perintahkan dan menjauhi semua yang dilarang.

3. Akhlak yang menyangkut dengan Nabi dan Rosul Allah.

Akhlak yang menyangkut dengan Nabi dan Rosul Allah via www.ibtimes.com

Akhlak yang menyangkut dengan Nabi dan Rosul Allah via www.ibtimes.com

Akhlak yang menyangkut dengan Nabi dan Rosul Allah yaitu selain berupa ucapan-ucapan shalawat, akhlak ini juga menyangkut tentang segala sesuatu yang Rosul contohkan selama hidup di bumi, seperti bersikap sabar, ikhlas, jujur, tidak pantang menyerah, bekerja keras, amanah, tidak ingkar janji, dan lain sebagainya. Rasulullah pasti akan bangga dan cinta pada siapa saja yang mau mengikuti jejaknya, karena hal tersebut juga berarti menandakan bahwa kita cinta kepada Rasulullah, siapa yang mencintai Rasulullah juga pasti mencintai Allah.

Ketika kita sudah dihiasi dengan akhlak yang menyangkut diri sendiri, akhlak yang menyangkut dengan Allah Azza wa jalla, dan Akhlak yang menyangkut dengan Nabi dan Rosul Allah, maka akan terpancarlah akhlak tersebut di dalam kehidupan sehari-hari, baik itu kepada anggota keluarga, kerabat, masyarakat atau kepada sesama muslimin dan muslimat. Semoga kita menjadi manusia yang selalu di rahmati Allah dan Rasulullah. Dan, semoga saat hari kiamat kelak kita bisa duduk bersebelahan dengan Rosulullah shallallahu alaihi wasallam. wallahu a’lam..

Leave a Reply