Fakta Ilmiah yang Makin Menguatkan Ajaran Islam Bahwa Daging Babi Itu Tak Layak Konsumsi

Fakta daging babi

Mungkin sebagian dari kamu sering bertanya-tanya, mengapa Allah melarang manusia untuk mengkonsumsi daging babi. Ternyata bukan dalam Al-Quran saja Allah menjelaskan perlarangan itu, tapi juga dalam Injil dan Taurat. Bahkan Nabi Isa AS, di sepanjang hidupnya tak pernah secuil pun memakan daging babi. Dan di jaman modern seperti sekrang, ternyata Israel yang mayoritasnya beragama non muslim juga melarang secara tegas rakyatnya mengkonsumsi daging babi. Mereka tahu dampak negatif yang akan ditimbulkan.

Nah, untuk menambah wawasan, berikut 10 fakta ilmiah tentang daging babi yang sekaligus juga mengukuhkan pelajaran dalam Islam tentang pelarangan konsumsi daging babi.

Secara biologis, babi tak memiliki leher, jadi logikanya babi tak bisa disembelih.

Bila melihat sesuai dengan anatomi alamiahnya, babi tak memiliki pangkal leher. Jadi secara hukum babi tak bisa disembelih. Dalam Islam, setiap akan menyembelih hewan harus menyebut asma Allah dan memotong urat kehidupan di bagian leher hewan. Jadi sudah jelas ya, kalau babi itu tak bisa disembelih dan kalau kamu memakan daging hewan yang tak disembelih, berarti apa yang kamu makan tak akan menjadi daging.

Daging babi penuh dengan rembesan urine.

Dalam sebuah buku berjudul Adap-tif Physiology on Mammals and Birds, dijelaskan bahwa kantung urine (vesica urinaria) dalam perut babi sering bocor, sehingga urine babi akan sering merembes ke daging. Dalam konteks ini saja, sudah jelas bahwa daging babi penuh dengan kotoran sisa pencernaannya.

Karena habitatnya yang sering berada di tempat kotor, daging babi bisa memakan apa saja- termasuk muntahannya sendiri.

Babi merupakan hewan paling rakus dibanding hewan lainnya. Babi bisa melahap apa saja yang ada di depannya. Selain itu, babi sering muntah karena apa yang ia makan benar-benar menjijikan. Parahnya, muntahan tersebut akan kembali dimakan. Itulah mengapa daging babi sangat tak sehat dan harus dihindari.

Babi merupakan satu-satunya mamalia yang memakan tanah

Karena sifat rakusnya, babi sering memakan tanah yang diinjaknya. Tanah di sekitarnya pun juga pasti kotor karena jadi habitatnya juga. Tahu kan habibat babi itu gimana? Nah, pada akhirnya, daging babi pun menjadi daging dengan kualitas paling buruk diantara hewan lainnya. Bila ada orang yang memakan daging babi, biasanya sangat bermasalah dengan bau badan.

Dalam tubuh babi, terdapat cacing pita yang jadi penyebab munculnya banyak penyakit mematikan.

Sudah banyak penelitian yang mengangkat hal ini dan memang sudah terbukti benar. Dalam daging babi terdapat banyak cacing pita. Cacing pita ini berasal dari makanan yang dimakan babi. Nah, orang yang mengkonsumsi daging babi, secara tidak langsung juga memakan cacing pita. Cacing pita tersebut akan berkembang biak di bagian usus 12 jari. Dalam waktu beberapa minggu saja, cacing kian membesar dan jumlahnya bisa mencapai 1.000 ekor dengan panjang 2 – 3 meter.

Selain beberapa fakta di atas, ternyata mengkonsumsi daging babi bisa menimbulkan penyakit seperti; kholera babi, keguguran nanah, kulit kemerahan secara menahun, pengelupasan kulit, dan benalu skaris. Dengan demikian, kita sebagai umat muslim harus merasa bersyukur karena Allah telah menjauhkan kita dari makanan yang tak baik tersebut. Semoga kita selalu dalam perlindungan-Nya.

Leave a Reply