Fakta dan Misteri Kematian dalam Pandangan Islam

Kedehidupan manusia di dunia tidak bersifat abadi, tidak ada manusia yang akan hidup selamanya. Karena semua yang hidup pasti akan merasakan kematian. Allah SWT berfirman:

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada kami kamu dikembalikan.” (Q.S Al Ankabut:57)

Waktu kematian setiap manusia ditentukan oleh Allah SWT dan ketika waktu yang telah ditetapkan tiba  tidak ada manusia yang bisa terhindar darinya. Allah SWT berfirman:

“Katakanlah seseungguhnya kematian yang kamu semua melarikan diri darinya itu, pasti akan menemui kamu, kemudia kamu semua akan dikembalikan ke zat yang Maha Mengetahui segala ghaib serta nyata.” (QS. Jum’ah:8)

Detik kematian atau skaratul maut adalah waktu ketika Allah SWT mengirimkan malaikat maut untuk menarik ruh dari jasad manusia. Kedatangan malaikat maut akan berbeda tergantung amalan baik dan buruk seseorang. Jika malaikat maut mendatangi seorang mukmin yang sholeh, ia akan datang dengan wajahnya seakan matahari yang bersinar, membawa kafan dan wewangian dari surga. Setelah itu, ruhnya akan keluar seperti tetesan air yang mengalir dari bibir tempat air minum. Malaikat maut menariknya dengan begitu lembut.

Allah SWT berfirman:

“Sesunggugnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami ialah Allah’ kemudian mereka istiqomah, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): ‘janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasasedih; bergembiralah kamu dengan (memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung-pelindung dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta, sebagai hidangan (bagimu) dari Dzat yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Fushshilat:30-32)

Walaupun malaikat maut datang dengan wajah yang lembut dan menarik ruh dengan lemah lembut serta ruh menerimanya dengan senang hati dan ikhlas, proses penarikan ruh ini akan tetap terasa sakit. Bahkan seorang Rasulullah SAW., kekasih Allah SWT., yang pasti akan dapat kedudukan terbaik di dalam surga juga akan mengalami kesakitan.

Saat Aisyah R.A menemani detik kematian Rasulullah SAW, ia melihat Rasulullah SAW memasukan tangannya ke dalam bejana bersisi air yang berada di sisinya sambil berdoa:

“Ya Allah berikanlah pertolongan kepadaku untuk menghadapi kepedihan mati dan sakaratul maut.” (HR. Tirmidzi)

Manusia kafir dan kufur akan merasakan kesakitan yang luar biasa melebihi kesakitan para mukmin karena mereka mendapatkan perlakukan yang berbeda dari malaikat maut. Mereka datang dengan wajah hitam dan seram. Mereka membangan kain hitam yang kasar dan jelek, lalu duduk di samping kepalanya dan berkata: “wahai jiwa yang jelek, keluarlah menuju kemurkaan Allah SWT dan kemarahannya.” Maka, ruh tersebut bergetar diseluruh tubuhnya. Kemdudian malaikat maut mencabutnya sebagaimana dicabutnya besi alat pemangagang dari bulu-bulu yang basah. Kematian seperti ini akan mengalami sakit yang luar biasa. Karena malaikat maut akan menarik dengan sangat kasar, hingga memukul karena ruh yang tidak ikhlas akan adzab Allah SWT akan menolak tarikan malaikat maut.

Begitu mengerikannya proses penarikan ruh saat sakaratul maut. Maka, sebagai muslim harus mempunyai sikap yang tepat dalam menghadapi kematian. Sesuai perintah Allah SWT dan sunah Rasulullah SAW.

Nah, sikap seperti apa saja yang wajib dimiliki setiap muslim agar mampu mengadapi kematian yang menegrikan? berikut isikulkas.com merangkumnya yang dikutip dari Al quran dan hadits.

Misteri Kematian via www.dream.co.id

1. Selalu menjaga keimanan

Sikap pertama adalah selalu menjaga keimanan, selalu melaksanankan perintahnya dan menjauhi larangannya, karena kematian bisa datang kapan saja. Allah SWT berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benarnya taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam.” (QS. Al Imran:102)

2. Jangan menyia-nyiakan waktu

Sikap kedua adalah jangan menggunakan waktu di dunia yang sedikit ini untuk kepentingan dunia saja, tetapi juga memanfaatkannya untuk beribadah. Allah SWT berfirman:

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang dianatara kamu; Lalu ia berkata: ‘ya Rabb ku, mengapa Engkau tidaj menangguhkan (kematian)ku sampai waktu dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS. Al Munaafiquun:10)

Terkadanga godaan dunia memang dapat membuat manusia lupa akan kewajibannya sebagai seoragn muslim. Rasulullah SAW selalu mengingatkan agar tidak menunda waktu sebelum semuanya terlambat.

Raulullah SAW bersabda:

“jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau penyebrang jalan. Jika engkau berada di waktu sore, janganlah engkau menunggu datangnya pagi. Dan jika engkau berada di waktu pagi, jangan menungu datangnya sore. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum engaku sakit. Dan pergunakanlah waktu hidupmu sebelum engkau mati.” (HR. Bukhori)

Konsistensi diri dalam beramal soleh itu sangat penting. Biasakan selalu istiqomah dalam syariat Allah SWT, sehingga saat ajal telah tiba tidak menjadi orang yang merugi. Yang ketakutan menantikan azab Allah SWT melainkan ikhlas menyambut kematian dengan penuh gembira

Demikianlah infromasinya.  Semoga bermanfaat. Dan semoga mampu meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT.

Leave a Reply