Dengan Melakukan 5 Hal Ini, Jalan-Jalanmu di Jogja Nggak Akan Sia-Sia

Dinamaika kehidupan Yogyakarta sebagai salah satu kota tujuan wisata di Indonesia menjadikan warga Jogja menciptakan banyak inovasi baru sebagai magnet para wisatawan. Pantaslah jika para pelaku bisnis atau para warga setempat tidak kehilangan ide untuk menciptakan sesuatu yang baru. Mulai dari wisata alam, industri, kerajinan tangan, kesenian, hingga menu-menu kuliner. Jadi tidaklah heran jika setiap kali mengunjungi Jogja pasti selalu ada hal menarik baru yang wajib dicoba.

Kali ini kami kembali membawamu ke Jogja dengan seribu pesonanya.

1. Coba Deh ke Kampung Serba Murah di Prawirotaman.

Serba Murah di Prawirotaman via www.asjavaleather.com

Serba Murah di Prawirotaman via www.asjavaleather.com

Ya, untuk bisa mendapatkan tempat tinggal sepeti hotel, gesthouse, hingga losmen dengan harga ekonomis namun nyaman, datanglah ke kawasan Prawirotaman. Kawasan ini memang berisi semua hal yang dibutuhkan para pelancong dengan budget murah. Hotel, caffe, restoran, agen travel, tempat penyewaan kendaraan bermotor serta sepeda, semua ada dalam satu kawasan.

Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, kamu tinggal pilih karena ada banyak sekali tawaran harga yang dijamin sangat aman didompet kamu. Dengan kocek sebesar 100.000 bahkan kurang untuk biaya permalamnya, kamu bisa mendapatkan kamar dengan fasilitas AC, televisi, dan kolam renang. Kawasan murah ini bukan kawasan dengan kualitas kurang baik, karena terbukti banyak sekali wisatawan asing yang memilih tempat ini sebagai tempat menetap mereka.

2. Jajal Naik Sepeda Warna-Warni di Alun-Alun Kidul.

Sepeda Warna-Warni di Alun-Alun Kidul via www.info-jogja.com

Sepeda Warna-Warni di Alun-Alun Kidul via www.info-jogja.com

Kamu tentu masih ingat pohon beringin di alun-alun kidul Yogyakarta. Jika sepanjang siang dan sore hari kamu dapat menemukan keramaian orang-orang bersantai di tempat ini, sambil mencoba aktifitas masangin atau memecahkan mitos dengan berjalan diantara pohon beringin kembar. Maka lain pula di malam hari, alun-alun kidul saat malam tidak hanya berisi beringin kembar, karena alun-alun ini juga akan dipenuhi oleh kilauan cahaya berwarna-warni yang berasal dari sepeda tandem, becak atau odong-odong.

Lampu warna-wanri yang mengihiasi kendaraan-kendaraan tersebut cukup menarik perhatian para wisatawan untuk mencoba. Tarif yang ditawarkanpun cukup terjangkau, mulai dari 10.000 hingga 30.000 perkendaraan untuk memutari alun-alun. Nah, lelah mengowes sepeda berwarna-warni ada pedagang wedang ronde yang sudah menanti kamu. Wedang ronde ini juga salah satu minuman khas Yogyakarta yang wajib kamu coba. Selain rasanya yang hangat, minuman ini juga menyehatkan, harganya pun cukup terjangkau

3. Kamu Belum ke Jogja Kalau Belum Makan Sate Khlatak.

Sate Khlatak via dapurablett.wordpress.com

Sate Khlatak via dapurablett.wordpress.com

Yang tak kalah menariknya adalh keunikan sate khalatak. Ini bukan sate sembarangan, karena sate kambing muda yang satu ini menggunakan jeruji sepeda yang terbuat dari besi sebagai tusuknya. Cukup unik, ya? Jeruji besi ini konon berfungsi sebagai penghantar panas dan menciptakan sensasi matang yang mumpuni di dalam daging satenya. Nah, karena menggunakan jeruji sepeda yang cukup besar ukurannya, potongan daging kambingnya pun menjadi lebih besar dari ukuran sate kambing pada biasanya.

Tak heran jika dalam penyajiannya hanya terdiri dari dua tusuk saja. Sate khlatak memiliki keunikan yang berbeda dari sate pada umumnya. Pada proses pembakaran, sate khalatk hanya diberikan bumbu sederhana dan bahan rempah-rempah. Hingga tak heran jika warna sate khalatak memiliki warna yang polos dan berbeda dengan warna sate-sate lainnya. Keunikan lainnya adalah, cara penyajiannya.

Sate khalatak ini disajikan tidak menggunakan bumbu kacang dan bumbu kecap sebagai bumbu pendamping sajiannya, melainkan menggunakan semacam kuah gulai yang tidak terlalu kental. Rasanya? Dhasyat. Jadi tak heran jika warung sate khlatak selalu ramai pengunjung. Mereka mengatakan, aroma daging kambing segar yang murni hanya ditimpali rasa asin dari garam ternyata dapat memberikan sensasi kesederhanaan yang mewah di indra pengecap.

4. Kenali Warga Jogja yang Super Ramah di Angkringan Pinggir Jalan.

Angkringan via santapjogja.com

Angkringan via santapjogja.com

Mengunjungi Yogyakarta, berati kamu juga wajib duduk-duduk santai dibeberapa spot yang terdapat di angkringan. Di Yogyakarta ada beberapa tempat angkringan yang bisa kamu pilih untuk bersantai menghabiskan malam sambil menyantap kuliner khas. Sebut saja Malioboro, angkringan Tugu, serta angkringan yang terletak di halaman kantor Kedaulatan Rakyat di Jln. Mangkubumi.

Tiap malamnya, angkringan-angkringan ini selalu ramai didatangi pengunjung yang kebanyakan adalah anak muda. Mereka duduk-duduk di kursi yang disediakan atau juga duduk di teras yang beralaskan tikar. Suasana kegembiraan, persahabatan, hingga romatisme bisa dengan mudah kamu saksikan disepanjang angkringan Yang ada di Jogya. Menunya yang ada khas angkringan seperti; nasi kucing, gorengan, lauk-pauk, beberapa jenis kue, dan minuman khas. Namun, jika kamu menyantapnya langsung di Angkringan Yogyakarta, maka suasana sekitar akan membuat rasa makanan yang ada tentu sangat lezat.

5. Sambil Ngangkring, Jangan Lupa Sruput Kopi Joss Ya…

Kopi Joss via citizen6.liputan6.com

Kopi Joss via citizen6.liputan6.com

Hal menarik dan unik berikutnya dari Yogyakarta adalah minuman khas jogja, yaitu kopi Joss.  Saat di Jogja, sempatkanlah untuk singgah di angkringan Lek Man yang memang sudah sangat populer. Khusus bagi kamu pecinta kopi, atau bagi kamu penjelajah kuliner, di Angkringan yang eltaknya tak jauh dari jalan Malioboro ini ada menu unik bernama kopi joss.

Kopi joss adalah minuman yang dibuat dengan gula, kopi bubuk, dan seduhan air mendidih. Namun, kopi joss memiliki bagian paling unik dari proses pembuatannya yaitu dengan cara siapakan arang  membara kemudian celupkan arang tersebut kedalam kopi panas, maka terdengarlah bunyi joss pada kopi kamu. Rasanya yang khas dan panas ini tentunya akan menjadi teman seru kamu saat menikmati Yogyakarta dimalam hari. Kelebihan kopi yang disajikan panas dan diberi arang ini adalah kadar kafeinnya yang rendah karena dinetralisir oleh arang.

Kopi Joss sebenarnya sudah emnajdi minuman khas angkringan sejak tahun 1960-an. Kopi ini berkhasiat menhgilangkan penyakit seperti; kembung dan mules. Selain menyehatkan, harganya juga terjangkau. Karena hanya dengan membawa uang 10.000 saja itu sudah lebih dari cukup untuk menikmati paket sajian hangat dan berkhasiat dari kopi joss, mengisi perut dengan sego kucing, dan bercengkrama dengan teman baru.

Gimana? Tertarik berlibur ke Jogja?

Leave a Reply