Buat Kamu yang Sering Mengemudi, Yuk Cek Kursi Mobil Biar Bebas Dari Sakit Punggung

Banyak orang yang menghabiskan waktunya untuk duduk di depan komputer. Rutinitas kerja yang tak bisa ditawar, menjadikan aktivitas ini terbilang umum dikalangan para pekerja kantor dan mahasiswa freelance. Tapi tahukan kamu, kalau duduk dalam waktu lama sangat tak dianjurkan? Bukan hanya mereka yang bekerja di kantoran, kamu yang sering berada di belakang kemudi pun punya resiko terserang berbagai penyakit, mulai dari saraf kejepit, nyeri di tulang belakang, sampai pembekuan darah.

Spesialis tulang Inggris, Margaret Hanson pun sering mewanti-wanti bahwa duduk terlalu lama dalam kondisi menyetir sangat berbahaya bagi tulang belakang. Ia menambahkan, bahwa ketika sesorang menyetir, posisinya cenderung menunduk dan menekankan fokus di bagian leher. Nah, hal inilah yang memicu berbagai penyakit muncul.

Kalau kamu sering berkendara, rasanya beberapa hal di bawah ini harus kamu perhatikan agar terhindar dari penyakit yang bersumber dari tulang belakang.

Perhatikan kursi mobilmu. Jangan sembarang memodif tanpa tahu apa fungsinya.

perhatikan jok mobil via id.responsejp.com

perhatikan jok mobil via id.responsejp.com

Di jaman sekarang, memodif adalah hal yang sering dilakukan anak-anak muda di kota-kota besar. Bahkan, sudah ada kontesnya. Tapi jangan melakukannya pada mobil yang sering kamu pakai, terutama di bagian kursi. Nah, agar kamu terhindar dari masalah tulang belakang, kursi dalam mobilmu harus lebih lebar dari pinggul serta paha. Kursi juga harus cukup panjang guna menopang paha belakang. Selain itu, jarak antara kaki dengan pedal harus nyaman untuk mencegah terjadi tekanan pada lutut saat kamu mengemudi. Banyak perusahaan yang merekomendasikan bahwa harus ada jarak dua sampai tiga jari jeda antara tepi tempat duduk dengan bagian belakang lutut. Sepele ya? Tapi dampaknya bisa berkepanjangan lho… jadi coba cek lagi kursi mobilmu.

Pastikan semua kebutuhan berkendara berada dalam jangkauan.

Semua dalam jangkauan via

Semua dalam jangkauan via

Tak bisa ditolak, kehadiran mobil-mobil keluaran terbaru membuat para pecinta otomotif khilaf dengan mementingkan penampilannya saja. Banyak mobil yang hanya mengandalkan fitur berkelas dengan harga selangit. Nah, udah saatnya deh kamu beralih. Mobil bukan sebatas kendaraan yang bisa mengantarkanmu kemana saja. Lebih dari itu, mobil adalah tempat yang paling sering kamu diami. Jadi, untuk urusan kesehatan jangan main-main lagi deh. Disarankan, bahwa ketika kamu dalam keadaan menyetir, seluruh anggota tubuhmu harus bisa mencapai pedal dan semua kontrol tangan tanpa adanya perengangan. Memiliki kemudi yang terlalu jauh bisa mengakibatkan bahu dan punggung terasa lelah dan pada akhirnya otot akan bergeser. Nggak lucu juga kan pas kamu keluar dari mobil terus nunduk-nunduk?

Bukan hanya sandaran hati, sandaran kursi mobilmu pun harus benar-benar membuatmu nyaman.

Sandaran jok mobil via www.mobilku.org

Sandaran jok mobil via www.mobilku.org

Sandaran kursi pada mobil biasanya sering dimodif agar penampilannya terlihat keren. Sebenarnya nggak masalah juga sih, asal kamu masih memperhatikan kenyamanan saat berkendara. Margaret Hanson menyarankan sandaran kursi di mobil harus sejajar dengan bagian leher. Hal ini bisa menjaga panjang tulang belakangmu tanpa menghalangi pandangan belakang.

Tak ada salahnya mengukur jarak pedal. Toh, ini demi kebaikanmu.

Jarak pedal via www.mobilku.org

Jarak pedal via www.mobilku.org

Kebanyakan pengemudi sering mengabaikan jarak ideal pedal dengan tubuh. Mungin karena tak ingin repot atau buru-buru, kesehatan pun dinomor-duakan. Nah, apa salahnya untuk memeriksa jarak pedal di mobilmu? Toh tak sampai memakan waktu berjam-jam. Untuk menemukan jarak kursi yang ideal, kamu tinggal menggeser bokong ke dalam lipatan kursi. Dari posisi ini, lututmu harus sedikit tertekuk saat pedal diinjakkan. Nah, bila dirasa sudah nyaman, maka kamu bisa langsung berkendara tanpa takut penyakit punggung menyerang. Masa, masih muda udah kena sakit punggung?

Sekali jangan malas! Sempatkan waktu untuk mengatur posisi headrest.

headrest via en.wikipedia.org

headrest via en.wikipedia.org

Headrest atau bantalan kepala memang sering diabaikan oleh para pengemudi. Padahal, ini bisa berakibat fatal bila tak diatur sesuai situasi si pengemudi. Bila kamu ingin terserang sakit punggung, lawanlah rasa malasmu dan atur posisi headrest. senyaman mungkin. Banyak pakar otomotif menyarankan agar mengatur posisi headrest sesuai dengan leher pengemudi. Artinya di sini, keadaan leher dan headrest.dalam mobilmu haruslah sesuai dan terasa nyaman. Bila headrest. terlalu rendah, maka aliran darah yang mengalir ke kepala pun tersumbat dan menyebabkan masalah serius.

Memiliki mobil keren memang sah-sah saja, tapi kalau mengancamkan kesehatanmu untuk apa? Mulai sekarang, jangan malas cek kondisi kursi mobilmu ya… masa, masih muda kok sakit punggung?

Leave a Reply