Buat Kamu yang Sering Makan Jahe, Harus Tahu Nih 11 Manfaatnya

Manfaat Jahe

Setiap hari, sebagian besar dari kita sering makan jahe tanpa tahu manfaat yang sesungguhnya. Tumbuhan berwarna luar coklat ini masih satu keluarga dengan kunyit, kapulaga dan lengkuas. Adanya kandungan gingerol, senyawa bioaktif utama dalam jahe, bertanggung jawab sebagai anti-inflamasi dan antioksidan, yang telah membuat bagian penting dari obat-obatan tradisional.

Nah, kalau kamu termasuk orang yang suka mengkonsumi jahe, ada baiknya untuk tahu 10 manfaatnya berikut:

1. Meredakan banyak jenis mual, termasuk morning sickness.

Karena memiliki sifat anti-inflamasi, jahe digunakan untuk obat mabuk laut selama bertahun-tahun. Jahe juga bisa digunakan untuk menyembuhkan mabuk perjalanan, mual setelah kemoterapi dan bahkan morning sickness. Tidak seperti obat lain, jahe sanget aman dan tidak memiliki efek samping! Mengunyah jahe mentah, minum teh jahe atau makan permen jahe bisa mengobati mual. Namun, untuk wanita hamil harus membatasi asupan jahe 1-2 gram per harinya.

2. Memperbaiki pencernaan dan melancarkan gangguan pencernaan.

Jahe mengandung senyawa fenolik yang mencegah iritasi gastrointestinal, meningkatkan nafsu makan, merangsang empedu dan produksi air liur, mengurangi perut kembung dan mengatur pergerakan makanan melalui saluran pencernaan. Bahkan, jahe diakui sebagai obat alami yang efektif terhadap gangguan pencernaan kronis (dispepsia).

3. Menurunkan kadar gula darah.

Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa jahe dapat menjadi pengobatan yang efektif untuk diabetes. 41 peserta dengan diabetes tipe 2 diberi 2 gram bubuk jahe setiap hari. Para peneliti menemukan bahwa kadar gula darah peserta turun 12% dan penanda HbA1c mereka (indikasi kadar gula darah jangka panjang) juga turun 10% selama tiga bulan.

4. Meningkatkan kesehatan jantung.

Penelitian sama melihat bagaimana kadar gula darah yang dipengaruhi jahe telah mengurangi rasio apoB / apoA-I sebesar 28% dan mengurangi penanda lipoprotein teroksidasi sebesar 23%. Kedua parameter ini merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung.

5. Meredakan batuk dan pilek.

Tahukah kamu kalau jahe bisa mengeluarkan keringat, yang bisa menghangatkan tubuh dari dalam? Orang yang mengkonsumsi jahe biasanya akan berkeringant, nah ini berguna saat kamu sedang dilanda pilek atau flu. Jahe juga bisa membersihkan saluran microcirculatory dari tubuh, yang meliputi sinus.

6. Menurunkan kadar kolesterol.

Tingginya kadar LDL (kolesterol jahat) bisa membuka jalan untuk penyakit jantung, namun mengubah kebiasaan diet bisa membantu menurunkan kadar kolesterol. Sebuah penelitian yang melibatkan 85 orang menemukan bahwa dengan mengkonsumsi 3 gram bubuk jahe per hari, selama 45 hari, bisa menurunkan tingkat kolesterol secara signifikan.

7. Mengurangi nyeri haid.

Salah satu penggunaan jahe secara tradisional adalah sebagai obat pereda rasa sakit, khususnya untuk nyeri haid. Sebuah studi menemukan bahwa mengkonsumsi 1 gram bubuk jahe per hari untuk tiga hari pertama siklus menstruasi, bisa mengurangi nyeri haid secara signifikan

8. Bisa mencegah kanker.

Gingerol memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat dan membantu mencegah penyebaran dan pertumbuhan sel-sel kanker dalam tubuh. Sejauh ini, penelitian telah menemukan bahwa jahe dapat mencegah dan mengobati kanker pankreas, kanker payudara dan kanker ovarium.

9. Membantu penderita osteoarthritis dan nyeri lutut.

Osteoarthritis adalah suatu kondisi yang ditandai dengan peradangan yang parah, yang mengarah ke gejala seperti kekakuan dan nyeri sendi. Sebuah penelitian yang melibatkan penderita osteoarthritis lutut menemukan bahwa makan jahe mengurangi rasa sakit dan kebutuhan untuk pengobatan.

10. Meningkatkan fungsi otak.

Stres oksidatif dan peradangan mempercepat proses penuaan dan menyebabkan penurunan dan kondisi seperti demensia kognitif. Penelitian menunjukkan bahwa senyawa bioaktif jahe memiliki sifat antioksidan yang melindungi otak dan memastikan bahwa fungsi otak tetap utuh.

11. Mengurangi nyeri otot.

Sifat anti-inflamasi jahe membantu mengurangi nyeri otot. Para peneliti di University of Georgia melakukan studi di mana mereka meminta 74 orang untuk melakukan latihan-latihan tertentu. Satu kelompok diberi suplemen jahe setiap hari dan kelompok lainnya diberi pil pereda. Kelompok yang diberi suplemen jahe melaporkan bahwa mereka mengalami nyeri 25% lebih sedikit dari kelompok yang menggunakan pil.

Jahe telah terbukti melawan banyak infeksi bakteri dan virus yang berbeda, termasuk infeksi oral seperti gingivitis dan periodontitis, dan infeksi pernapasan seperti virus RSV. Untuk itu, ada baiknya untuk tidak mengabaikan jahe dan selalu memasukannya dalam diet yang seimbang. Tetap sehat dan semangat ya, guys!

Leave a Reply