Apakah Daging Steak Halal? Bagaimana Dalam Pandangan Islam?

Apakah kamu termasuk penggemar steak? Ya, menu makanan yang menyajikan irisan daging ini menawarkan kelezatan istimewa, perpaduan daging panggang yang lembut bersanding dengan lumuran saus dan aneka macam rempah bumbu menciptakan kenikmatan yang kaya akan rasa dan sangat menggugah selera. Hmmmm.. yummi.

Steak pertama kali diperkenalkan oleh tentara Inggris di Perancis setalah perang waterloo pada abad  ke-15. Seiring berjalannya waktu, steak yang berasal dari Eropa merambah ke seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia. Hingga hidangan yang telah mendunia ini juga menjadi salah satu menu favorit masyarakat Indonesia.

Saat ini banyak restoran maupun rumah makan yang mengusung menu utama steak sebagai menu andalan. Dahulu, steak hanya disajikan direstoran-restoran mewah dan dikonsumsi oleh kalangan masyarakat menengah atas. Namun kini, steak semakin merakyat dan bisa dinimkati di warung-warung kaki lima.

Jika kamu pecinta steak, tentu kamu sudah paham dengan nama-nama seperti sirloin, tanderloin dan T-Bone hingga rib. Nama-nama tersebut adalah bagian daging sapi yang ditawarkan dalam menu steak.

Sirloin yaitu bagian dari daging belakang sapi yang lebih keras serta mempunyai bagian yang lebih besar dibanding yang lain. Semetara tanderloin yaitu bagian yang berada di depan sirloin dan di belakang tulang rusuk. Bagian ini adalah bagian paling mahal karena memiliki tekstur yang sangat lembut serta kandungan lemak yang sedikit. Lain halnya T-Bone, yaitu bagian tulang yang berbentuk T yang dikeliling daging pada kedua sisinya. Sedangkan rib atau tulang rusuk yaitu daging yang berasal dari sekitar tulang rusuk. Biasanya setak rib disajikan bersama tulang rusuk, jika tanpa tulang namanya menjadi rib-eye.

Hampir setiap negara memiliki cara memasak dan saus pendamping hidangan steak. Antara lain memanggangnya di dalam oven, membakar di atas api atau memasak dengan metode find friend dengan sedikit minyak dan butter. Sementara bumbu-bumbu yang biasa digunakan antara lain, lada, garam, mentega atau minyak zaitun.

Daging Steak Dalam Islam via tips-cara.info

Daging Steak Dalam Islam via tips-cara.info

Namun, pernahkah kamu berpikir atau ragu dengan steak yang kita makan? Apakah halal atau haram? Apalagi jika kita tidak mengetahui asal-usul dagingnya serta bahan-bahan apa saja yang dipakai saat mengolah makanan tersebut. Padahal Allah SWT telah berfirman:

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (QS. Al Maidah:88)

Ayat terebut jelas-jelas menyuruh kita hanya makan-makanan yang halal dan baik saja. Dua kesatuan yang tidak bisa dipisahkan yang dapat diartikan halal dari segi syariah dan baik dari segi kesehatan, gizzi, estetika dan lainnya.

Terkadang agar menghasilkan cita rasa yang istiwewa, steak diberi campuran atau bumbu-bumbu yang tidak diperkenankan dalam islam. Seperti red wine atau white wine yang keduanya dalam kategori khamr atau minuman beralkohol. Kalau kita mengetahuinya, jelas-jelas haram. Dalam hadist Rasulullah SAW menjelaskan bahwa mengkonsumsi khamr sedikit atau banyak tetap saja haram hukumnya, apalagi jika kita tetap tau tapi tetap nekat mengkonsumsinya. Dari Ibnu Umar  Rasulullah SAW  bersabda:

“Minuman yang dalam jumlah banyak banyak memabukan, maka sedikit pun juga haram.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Daruquni)

Dalam memakan sesuatu, hendaknya kita bisa lebih berhati-hati. Walaupun daging yang kita makan halal belum tentu makanan tersebut diperlakukan sesuai syariat islam.

Jadi, steak halal untuk kita makan jika memenuhi syariat islam seperti; tidak menggunakan bumbu-bumbu yang haram serta dagingnya juga jelas halal serta baik. Daging steak juga sebaiknya dimasak dengan matang karena akan aman bagi kesehatan.

Cara penyajian steak biasanya menggunakan alat pemanggang yang panas, bisa ditambah dengan sayuran seperti wortel, jagung manis dan buncis. Peralatan makanan yang disediakan adalah garpu dan pisau.

Islam adalah agama yang sempurna yang aturannya meliputi segala aspek kehidupan manusia. Tidak terkecuali soal makan. Hal ini adalah untuk kepentingan manusia itu sendiri. Karena segala aturannya tidak bersifat melarang atau memboleh semata tetapi memiliki alasan yang bisa dibuktikan secara ilmiah.

Demikian berita islami kali ini. semoga bermanfaat. Dan semoga kita selalu dilindungi dari makanan-makanan yang tidak sehat dan haram.

Leave a Reply