Adab Makan dan Minum Menurut Pandangan Islam dan Kesehatan

Apakah kamu termasuk orang-orang yang mengalami masalah berat badan? Atau kamu mengalami maslah gangguan pencerneaan? Segala cara sudah kamu lakukan tapi belum juga menemukan solusinya.  Mungkin kamu adalah termasuk orang yang belum tahu atau belum benar dalam menerapkan ajaran Rasulullah SAW mengenai adab yang baik dan benar. Apalagi kamu masih makan dan minum sambil berbiri. Padahal Rasulullah sendiri sangat melarang umatnya yang makan dan minum sambil berdiri.

Dari Annas RA. Bahwa Rasulullah bersabada:

“Jangan kalian minum sambil berdiri, apabila kalian lupa, maka hendaknya dimuntahkan.” (HR. Muslim)

Sehubungan dengan larangan minum tersebut, sebuah hadist yang diriwayatkan Imam Muslim dan Tirmidzi mengemukan:

Seorang sahabat yaitu qotadah bertanya kepada Rasulullah: “bagaimana dengan makan?” Rasulullah menjawab: “itu lebih buruk lagi.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Sekitar 14 abad yang lalu, Rasulullah telah memberi tahu kepada umatnya bahwa makan dan minum sambil berdiri merupakan prilaku yang  buruk. Islam sendiri melarang makan dan minum sambil berdiri disebabkan agar proses pencernaan dapat berjalan dengan baik, dan agar peredaraan daran di saluran pencernaan juga lancar.

Pada saat duduk, jumlah darah yang mengalir ke organ-organ saluran pencernaan hampir dua setengah kali lebih banyak daripada saat aktif melakukan kegiatan. Lalu  pada saat seseorang  makan dan minum sambil berdiri, aliran darah pada organ-organ ke saluran pencernaan tersebut akan  menjadi lebih sedikit sehingga proses pengolahan makanan tidak dapat berjalan secara efektif. Hal inilah yang membawa pengaruh buruk untuk kesehatan.

Makanan Muslim

Makanan Muslim via google image

Islam juga mengajarkan pola makan yang baik dan efisien serta sangat mudah dilakukan untuk setiap orang. Caranya adalah dengan mengisi sepertiganya dengan makanan padat, sepertinya dengan air, dan sepertiganya dengan udara yang berasal dari pernafasan.

Rasulullah bersabda:

“Lambung (perut) adalah kolam tubuh urat-urat seluruhnya bermuara kepadanya, karena itu jika lambung sehat maka urat-urat akan tumbuh sehat, jika lambung sakit, maka urat-urat akan tumbuh sakit.” (HR. Thabrani)

Menurut Dokter Abdul Razaq Al-Kilani, makan dan minum dalam keadaan duduk lebih tepat, lebih sehat, lebih tenang dan lebih menyegarkan. Minum dalam keadaan berdiri akan menyebabkan jatuhnya cairan minuman tersebut secara tajam dan keras ke dasar lambung sehingga menimbulkan benturan keras. Makan dan minum dalam keadaan berdiri yang dilakukan berulang-ulang dalam waktu yang lama akan mengakibatkan lambung lemah. Seiring berjalannya waktu kekuatan lambung akan menurun yang akan menyebabkan disfungsi pencernaan.

Dikatakan oleh dokter Ibrahim Al-Rawi bahwa saat seseorang dalam keadaan berdiri tubuhnya akan sering mengalami goncangan karena tidak stabil. Sementara itu, agar seseorang dapat berdiri tegak, organ-organ keseimbngann dalam pusat syarafnya harus dalam kondisi efektif untuk mengendalikan seluruh otot tubuh agar tetap seimbang.

Dalam kondisi seperti ini, seseorang sulit mendaptkan ketenangan sehingga sulit pula untuk makan dan minum. Padahal ketenangan adalah syarat utama dalam melakukan kegiatan tersebut. Ketenangan seperti ini hanya dapat diperoleh seseorang dalam keadaan duduk karena sekumpulan urat syaraf dan otot-otot tubuh berada dalam kondisi tenang saat duduk.

Dia juga menerangkan bahwa makan dan minum sambil berdiri bisa mengakibatkan refleksi syaraf oleh reaksi syarpagus yang banyak tersebar pada lapisan endoter yang mengelilingi usus. Repleksi secara keras dan tiba-tiba dapat menyebabkan disfungsi pada syaraf tersebut dalam menghantarkan detak jantung. akibatnya, detak jantung terhenti sehingga akan terjadi pingsan atau bahkan kematian mendadak.

Terbiasa makan dan minum sambil berdiri juga membahayakan mukosa gasters, hal ini juga memungkinkan terjadinya luka pada lambung, kondisi kesemimbangan saat berdiri juga disertai pengerutan otot pada tenggorokan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang menganggu fungsi pencernaan.

Kondisi kesimbangan saat berdiri juga disertai pengerutan otot pada tenggorokan yang menghalangi jalannya makanan ke usus, secara mudah dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang menggangu fungsi pencernaan yang menyebabkan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.

Dari segi kesehatan, air yang masuk dengan cara duduk akan disaring dengan springter. Pringter adalah suatu struktur maskuler berotot yang bisa membuka sehingga air kemih bisa lewat dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan yang ada diginjal. Nah, jika kita minum sambil berdiri, air yang kita minum akan disaring lagi dan langsung menuju akntung kemih. Ketika hal itu terjadi, maka terjadi pengendapan disaluran ureter. Akibatnya banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit krtistal ginjal, salah satu penyakit ginjal yang berbahaya.

Makan sambil duduk via www.independent.co.uk

Makan sambil duduk via www.independent.co.uk

Diriwayatkan ketika Rasulullah SAW. berada di rumah Aisyah RA. Sedang makan daging yang dikeringkan di atas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulutnya dan melihat Rasulullah duduk sedemikian itu, lalu berkata:

“Lihatlah orang itu seperti budak”. Maka dijawab Rasulullah: “saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak.” Lalu Rasulullah mempersilakan wanita itu untuk makan. Adapun duduk bertelekan (duduk bersandar kepada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya: “sesungguhnya akau tidak makan secara bertelekan.” (HR. Bukhori)

Selain makan sambil duduk, mengunyah makanan yang kita sempurna juga perlu dilakukan. Namun kebanyakan manusia mengunyah makanan dalam waktu yang singkat dan cepat. Padahal hal tersebut kurang baik untuk kesehatan tubuh, terutama untuk organ pencernaan.

Mengunyah makanan dalam waktu yang lama merupakan hal yang sangat dianjurkan dan harus dilakukan. Sebaiknya, kunyah makanan sampai halus baru ditelan. Hal tersebut bertujuan agar lambung tidak bekerja terlalu berat yang lama kelamaan dapat menimbulkan gangguan pada organ pencernaan. Makanan yang disantap secara perlahan juga dapat mebuat seseorang lebih menikmati makanan dan mampu menjaga kesehatan mental serta dapat melindungi seseorang dari stress yang berlebihan.

Tidak terburu-buru mengunyah makanan juga bisa menjadi solusi untuk menurunkan berat badan, sebab dengan mengunyah makanan sampai halus dapat membuat seseorang mengkonsumsi kalori lebih rendah sehingga mampu membuat tubuh lebih ideal dan tetap terjaga bentuknya.

Selain itu, otak juga akan memberi respon yang dapat memberikan informasi jika perut sudah kenyang. Apabila seseorang terlalu cepat mengunyah makanan dan langsung menelannya, hal itu dapat melewati waktu respon dari otak. Namun, sebaliknya, apabila mengunyah makanan secara perlahan dan dalam waktu yang lama maka respon perut kenyang akan diterima oleh otak dengan sempurna dan tidak akan terlewat. Kemudian, jika makanan yang telah kita telan melalui proses pengunyahan yang lama, makanan tersebut akan lebih halus dan mudah dicerna oleh tubuh.

Leave a Reply