6 Pengorbanan yang Sering Dilakukan Untuk Menyelamatkan Hubungan, Tapi Justru ‘Membunuh’ Diri Sendiri

Banyak orang menganggap bahwa cinta butuh pengorbanan. Kalimat klise ini memang sering kita dengar ketika ada teman atau sahabat bercerita tentang hubungannya dengan pasangan. Ya, tak bisa ditampik, dalam sebuah hubungan memang harus ada pengorabanan. Mulai dari mengorbankan kesukaan atau hobby, sifat, waktu, atau bahkan perasaan demi membuat hati pasangan bahagia. Tentu, semua hal itu demi kebaikan bersama. Indah ya?

Tapi tunggu dulu, jangan salah kira. Tidak semua hal harus kamu korbankan demi menjaga perasaan pasangan. Ada beberapa hal yang pada dasarnya tak wajib kamu korbankan. Dan kalau kamu sudah atau akan mengorbankan hal-hal berikut, rasanya kamu kurang menghargai diri sendiri.

1. Percayalah, sedih bukan untuk kebaikan. Jangan sampai kamu terus menerus bersedih hanya karena sering mengorbankan perasaanmu dengan kata; ikhlas.

sedih via cliparts.co

sedih via cliparts.co

Memang wajar bila dalam sebuah hubungan selalu ada air mata. Suka duka pun rasanya menjadi sajian yang keberadaannya tak bisa ditolak. Namun ingat, bila waktumu sering dihabiskan dengan bersedih, rasanya hubunganmu sudah tak sehat. Ya, waktumu terlalu berharga bila dihabiskan dengan bersedih! Jangan selalu menjawab “Aku iklhas kok,” bila ada suatu hal yang mengganggu perasaanmu. Berkorban yang pada dasarnya membuat pasanganmu bahagia tapi justru membuatmu bersedih adalah cara yang tak boleh kamu lakukan. Trust me, setiap orang punya hak yang sama untuk merasakan kebahagian, terutama dalam suatu hubungan.

2. Hobimu adalah passion-mu. Meski kamu cinta setengah mati dengan pasangan, jangan sampai hobimu dilupaan begitu saja.

sedih via cliparts.co

sedih via cliparts.co

Banyak orang merasa bumi runtuh seketika ketika disodorkan pertanyaan berikut:

“Kamu pilih hobimu atau aku?!”

Percayalah, setiap orang punya kesibukan, aktivitas, dan hobi masing-masing. Bahkan dari hal inilah orang bisa survive menjalani hidupnya dan merasa ‘lebih hidup’. Itulah, mengapa hobimu bisa dikatakan lebih penting dari pasangan bila kamu memang benar-benar mencintai hobimu. Jadi, jangan sampai kamu harus mengorbankan hobimu hanya untuk membuat pasangan bahagia. Dan bila memang pasanganmu mencintaimu, tentu ia akan mengerti. Bila tak bisa memilih, kamu harus memproporsikan antara hobi dan pasangan dengan tepat dan seimbang.

3. Tiap orang punya prinsip dan karakter yang tak bisa diubah meski dunia kiamat sekalipun

prinsip via opinion9.com

prinsip via opinion9.com

Setiap orang punya karakter dan prinsipnya masing-masing. Ada yang introvert, ekstrovert, pendiam, pasif, aktif, dan lain sebagainya. Kamu juga punya karaktermu sendiri, kan? Pertahankalah, dan tak ada yang salah dari setiap karakter. Semuanya pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Tak perlu repot-repot dengan mengubah karakter dan prinsipmu hanya untuk membuat pasangan bahagia. Selain itu, kamu juga tak mau kan bila harus menjalani hubungan dengan penuh kepura-puraan?

4. Meski ada yang bilang ‘dunia hanya milik berdua’ jangan sampai membuatmu mengorbankan teman atau sahabat.

teman via www.magforwomen.com

teman via www.magforwomen.com

Kadang kala, cinta bisa memaksamu melakukan tindakan-tindakan ekstrim. Salah satunya adalah meninggalkan teman atau sahabat. Percayalah, tindakan tersebut bukan cara yang benar untuk membuat pasanganmu lebih bahagia. Siapa yang selalu bersamamu? Tentu sahabat kan? Jadi sahabat adalah orang yang lebih kenal denganmu selain pasangan. Pasangan memang penting, tapi sahabat lebih penting.

5. Bila kamu merasa cinta setengah mati dengannya tapi mimpimu harus dibunuh, yakin dia mampu bersamamu selamanya?

mimpi via funshifter.com

mimpi via funshifter.com

Point penting di sini adalah mimpi atau cita-cita. Semua orang berhak punya cita-cita. Bahkan beberapa orang berjuang mati-matian agar impiannya tercapai. Tapi masalahnya, kadang cinta justru malah bisa menghambat. Memang, dalam sebuah hubungan cita-cita sering dinomor-duakan, tapi apa yang membuatmu bisa lebih hidup selain cita-cita? Coba pikirkan lagi. Cita-citamu tak bisa disepelekan begitu saja hanya membuat pasangan lebih bahagia. Dan mengorbankan cita-citamu sama saja dengan mengorbankan masa depanmu. Ketika masa dapanmu hancur, yakin pasanganmu masih mau denganmu?

6. Pasanganmu bukan penciptamu. Jangan mau disetir!

teman via www.magforwomen.com

teman via www.magforwomen.com

Rasa memiliki dan dimiliki selalu tumbuh dengan berjalannya waktu. Kadang kamu memberi dan kadang kamu meminta. Tentu saja hal tersebut haruslah seimbang. Masalahnya, bila pasanganmu memiliki hasrat yang berlebih dalam meminta, itu tandanya hubunganmu tidaklah sehat. Percayalah, sekuat apapun cintamu, jangan sampai kamu disetir. Ia bukan penciptamu yang harus selalu kamu turuti. Ia pasanganmu yang seharusnya membimbingmu dengan cara yang tak mengekang. Menyerahkan dirimu sepenuhnya kepada pasangan sama saja kamu tak menghargai dirimu sendiri.

Cinta adalah berbagi, peduli, dan toleransi. Bila semuanya tak seimbang, kamu layak pergi meninggalkan.

Leave a Reply