6 Alasan Kenapa Diet Jus Tak Sehebat Seperti yang Digembor-Gemborkan. Masih Mau Minum Jus?

Beberapa waktu belakangan, mengkonsumsi jus menjadi trend yang marak dilakukan berbagai kalangan. Adanya stigma yang mengatakan bahwa jus sangat sehat diminum setiap saat menjadikan orang-orang menjual produk yang mengatasnamakan “jus” agar cepat laku, seperti jus sachet atau jus kaleng. Selain itu, banyak orang yang mempercayai bahwa minum jus bisa menurunkan berat badan dan ampuh sebagai tameng dari serangan penyakit.

Sebenarnya sah-sah saja, tapi pandangan mereka tentang jus sedikit menyimpang. Nah, untuk itu, berikut ini adalah 6 alasan mengapa mengkonsumsi jus bukanlah satu-satunya cara untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar.

1. Buah dan sayuran utuh lebih sehat daripada diolah menjadi jus.

Memeras jeruk

Memeras jeruk

Buah dan sayuran mengandung serat diet, tapi kamu akan kehilangan serat-seratnya jika diolah menjadi jus. Yang harus kamu tahu, serat dalam buah atau sayuran bisa mengontrol kadar gula darah, menjaga sistem pencernaan saat kamu bergerak dan memelihara kesehatan jantung. Jadi mulai sekarang, cobalah untuk mengkonsumsi buah dan sayuran daripada mengolahnya menjadi jus.

2. Untuk menambah rasa manis, kamu pasti menambahkan gula saat membuat jus kan?

Banyak kandungan gula

Banyak kandungan gula

Buah mengandung jenis gula yang disebut fruktosa, dan meskipun fruktosa adalah gula alami, jika terlalu banyak bisa menyebabkan munculnya penyakit, seperti penglihatan kabur, infeksi dan kelelahan. Ketika kamu makan buah-buahan secara utuh, kadar serat dalam buah-buahan memperlambat penyerapan gula, tapi karena jus tidak punya serat, gula akan diserap dengan sangat cepat.

3. Jus tidak mengenyangkan.

Tidak mengenyangkan

Tidak mengenyangkan

Mengunyah makanan membantu tubuh menyadari bahwa kamu sudah kenyang. Nah, saat kamu minum jus, di mana kamu tidak mengunyah, kamu jadi tidak merasa sudah kenyang. Lain hal bila kamu mengkonsumi buah secara utuh. Serat dalam buah akan memberitahumu bahwa perut sudah terisi penuh. Jadi, ini bisa meminimalisir kembung dan rasa kantuk.

4. Diet jus bisa berbahaya.

Bisa jadi bahaya

Bisa jadi bahaya

Jus memberikan jumlah dosis yang sangat terkonsentrasi dengan mineral tertentu, seperti kalium yang bisa berbahaya bagi ginjal. Diet jus juga bisa berbahaya bagi penderita diabetes, wanita hamil, orang cacat dan orang-orang yang menjalani kemoterapi. Itulah mengapa banyak penderita diabetes yang dilarang mengkonsumsi buah-buahan.

5. Meski tanpa jus, tubuhmu sudah bisa mendetoksifikasi dengan sendirinya.

Tubuh sudah bisa mendetokfikasi

Mungkin kamu pernah meminum jus sebagai detokfikasi. Padahal, tanpa minum jus pun tubuhmu sudah bisa melawan serangan penyakit. Secara alami, tubuh bekerja sepanjang jam untuk menyingkirkan bahan kimia dan racun melalui keringat, air seni dan tinja. Jadi rasanya, kamu tak harus mengkonsumsi jus.

6. Jus bukan cara terbaik untuk menurunkan berat badan.

Bukan cara terbaik untuk menurunkan berat badan

Menurunkan berat badan berarti mengurangi karbohidrat. Karbohidrat sangat berkaitan dengan cairan dalam tubuh. Nah, salahnya, banyak orang menganggap dengan mengkonsumsi jus bisa menurunkan berat badan. Hal ini membuat mereka semakin percaya bahwa cara ajaib untuk menurunkan berat badan adalah dengan mengolah buah menjadi jus. Tahukah kamu kalau diet jus sangat tidak kondusif untuk menurunkan berat badan dalam jangka panjang? Karena biasanya setelah diet, mereka akan kembali ke kebiasaan lama dan mengkonsumsi makanan yang tidak dianjurkan. Kalau dari segi makanan, bila kamu memang ingin menurunkan berat badan, kamu cukup mengurangi asupan gula dan junk food secara continue.

Pada dasarnya kamu bisa menikmati secangkur jus tanpa takut risiko di atas, tapi tentu saja dengan jumlah asupan yang sesuai. Tapi bila kamu ingin mendetoksifikasi tubuh, rasanya meminum jus adalah sia-sia. Kamu cukup menghindari makanan junk food, alkohol dan merokok. Itu saja cukup untuk membuat tubuhmu tetap fit dan bugar.

Leave a Reply