4 Hal Ini Harus Kamu Perhatikan Agar Startup-mu Lancar Jaya

Dua tahun terakhir ini, media-media pada heboh membincangkan tentang startup. Perbincangan startup di berbagai media seolah tak pernah ada ujungnya, seperti  berita tentang Tokopedia, Gojek, Bukalapak, dan sejumlah perusahaan startup lainnya yang berhasil meraup untung jutaan dolar. Keren, kan?

Keberadaan mereka kini seolah menjadi kiblat bagi para usahawan yang tengah merintis usaha dari awal. Agar startup yang dirikan tidak berakhir mengenaskan atau gagal, siapkan mental dan jangan pernah lelah berjuang. Nah, jika kamu memutuskan untuk membangun startup, beberapa hal berikut ini benar-benar harus kamu perhatikan.

1. Jangan setengah-setengah jika ingin membangun perusahan. Sebab, yang setengah-setengah itu biasanya berakhir tidak menyenangkan.

Jangan main-main via www.theocmx.com

Jangan main-main via www.theocmx.com

Permasalahan yang bisanya menghampiri para pembinis pemula adalah kurangnya keseriusan. Mereka kebanyakan hanya mengandalkan modal tanpa benar-benar memikiran ide dengan matang. Apa yang dikerjakan seolah hanya setengah-setengah. Ya, modal memang sangat penting, tapi ide yang matang jauh lebih penting sehingga kedepannya bisnis bisa berjalan dengan lancar, makmur, dan tentunya mendapatkan untung besar. Jangan sampai modal besar yang sudah kamu keluarkan berakhir gulung tikar karena ide yang tidak matang.

Kamu bisa mencontoh bisnis ojek atau Gojek. Sederhana sekali idenya, yaitu bagaimana masyarakat bisa mendapatkan fasilitas ojek yang lebih efisien, praktis, murah, dan mudah dijangkau.  Jadi, sebelum membangun startup, lihatlah dulu sekelilingmu, arahkan kemana bisnismu akan kamu bawa, lalu matangkan ide yang sudah ada.

2. Jika Ide Sudah Kamu Matangkan, Selanjutnya, Pilihlah Tim yang Kompeten dan Menjunjung Tinggi Propesionalitas.

Jangan menutup mata via yourstory.com

Jangan menutup mata via yourstory.com

Suksesnya sebuah startup ditentukan oleh anggota tim juga. Maka, langkah selanjutnya setelah mematangkan ide, yaitu mencari tim yang  berkompeten dan menjunjung tinggi propesionalitas. Kenapa harus berkompeten? Sebab, tim yang berkompeten biasanya sudah tahu bagaimana dia harus bekerja, dalam mengerjakan apa-apanya penuh dengan pertimbangan dan kematangan sehingga hasil juga akan memuaskan. Kenapa harus menjunjung tinggi propesionalitas? Sebab, tim yang menjujung tinggi nilai propesionalitas tidak akan pernah mencampur adukan masalah personal dan masalah pekerjaan, dia juga tidak akan pilih-pilih dengan siapa dia bekerja. Tim-tim semacam inilah yang dibutuhkan oleh perusahan.

3. Pandai-pandailah Membaca Keadaan. Jangan Malas dan Jangan Menutup Mata!

Memilih tim viawww.copypress.com

Memilih tim viawww.copypress.com

Jika kamu memutuskan terjun ke dunia bisnis, tentu kamu sudah siap dengan segala macam resiko yang akan terjadi. Misalnya,  selera konsumen yang terus saja berubah dari hari ke hari. Ya, kita tak boleh menutup mata bahwa hampir setiap orang pasti jenuh dengan sesuatu yang itu-itu saja. Jika memang itu yang terjadi, cobalah untuk memberi sentuhan-sentuhan lain dari bisnis yang sedang kamu jalani. Kamu sudah memiliki ide yang matang dan tim yang mengagumkan, kamu bisa mengandalkan semua itu agar bisnismu tetap disukai para konsumenmu. Contohnya: Jika kamu sedang membangun bisnis online shop, dan target konsumenmu antara usia 20-35 tahun, kamu harus selalu meng-update tren terkini yang sesuai dengan usia konsumenmu itu. Oleh karena itu,  pandai-pandailah Membaca Keadaan. Jangan Malas dan Jangan Menutup Mata!

4. Selain Pandai-pandai Membaca Keadaan, Kamu juga Harus Pandai-pandai Mengatur Keuangan.

Budget via tweakyourbiz.com

Budget via tweakyourbiz.com

Mengatur keuangan adalah salah satu hal yang paling harus kamu perhatikan. Apalagi jika kamu hanya memegang modal yang pas-pasan. Buatlah rekapitulasi dana pemasukan dan pengeluaran, agar selama menjalani bisnismu, kamu tau kondisi keuanganmu. Meski di awal pendiriannya, biasanya startup fokus pada public awareness dibanding keuntungan, tapi kamu tetap harus memperhitungkan mana hal yang akan menguntungkan dan mana hal yang hanya akan merugikan. Maka, pandai-pandailah mengatur keuangan. Berani gagal bukan berarti kamu harus terus-terusan membuang uang, kan?

Ide yang matang, tim yang mengagumkan, pandai membaca keadaan, dan pandai mengatur keuangan menjadi 4 kunci penting yang wajib kamu perhatikan dalam membangun startup. So, Tetap kuat jangan mudah menyerah. Semoga sukses.

Leave a Reply